Pemerintah Kota Padang menghentikan sementara aktivitas tatap muka PAUD hingga SMP akibat kualitas udara yang memburuk akibat kiriman kabut asap daerah tetangga.
Padang, StartNews – Pemerintah Kota Padang menghentikan aktivitas belajar tatap muka untuk tingkat PAUD dan TK, serta pengalihan sistem belajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SD dan SMP di seluruh wilayah Kota Padang. Tujuannya, melindungi kesehatan ribuan peserta didik dari ancaman paparan kabut asap lintas daerah yang kian mempekat.
Kebijakan yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3/1/SE/DKPS-PDG/2026 ini berlaku efektif mulai hari ini hingga 11 September 2026. Penyesuaian skema pendidikan itu menyasar seluruh satuan pendidikan negeri maupun swasta, sekaligus menjadi respon pemerintah daerah terhadap penurunan kualitas udara yang kian mengkhawatirkan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova menegaskan, keselamatan fisik dan respirasi anak-anak menjadi prioritas di tengah kondisi lingkungan yang terpolusi. Data indikator kesehatan lingkungan mencatat penurunan tingkat kelayakan udara yang signifikan dalam beberapa hari terakhir.
“Mulai hari ini, satuan pendidikan PAUD dan TK diliburkan, sementara untuk tingkat SD dan SMP dilakukan pembelajaran jarak jauh,” kata Yopi Krislova.
Keputusan protektif ini diambil berdasarkan pemantauan intensif terhadap data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dirilis Dinas Lingkungan Hidup setempat. Laporan tersebut menunjukkan konsentrasi partikel debu dan asap di udara Kota Padang telah menyentuh ambang batas yang membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak.
“Nah, (PJJ) ini adalah upaya kita menindaklanjuti laporan tersebut,” katanya.
Selain mengalihkan proses belajar mengajar ke rumah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang juga menginstruksikan para kepala sekolah dan orangtua murid untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak. Tujuannya, pengalihan PJJ untuk meminimalisasi paparan polutan luar ruangan dapat tercapai secara optimal.
“Siswa diimbau tetap beraktivitas dari rumah dan menghindari kegiatan di luar ruangan. Kebijakan ini akan dievaluasi sesuai perkembangan kualitas udara,” katanya.
Kabut asap yang melanda Kota Padang dan sebagian besar wilayah Sumatera Barat dipicu titik api lokal, melainkan akibat sebaran asap kiriman dari wilayah tetangga seperti Riau, Jambi, dan Bengkulu.
Pemerintah daerah akan terus memantau pergerakan angin dan tren ISPU sebelum mengambil keputusan lanjutan terkait masa pengembalian siswa ke ruang kelas.
Reporter: Sir





Discussion about this post