KBRI Kuala Lumpur siap menjembatani ekspansi produk UMKM dan potensi ekonomi kreatif Madina untuk menembus pasar ritel Malaysia.
Kuala Lumpur, StartNews – Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Malaysia Mohammad Iman Hascarya Kusumo menegaskan kesiapannya memfasilitasi komoditas unggulan dan produk ekonomi kreatif Kabupaten Mandailing Natal (Madina) agar mampu masuk ke pasar Malaysia.
Dia menyampaikan kesiapan itu di sela-sela peresmian Dewan Perwakilan Luar Negeri Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (DPLN GEKRAFS) Malaysia di Kuala Lumpur pada Minggu (6/9/2026).
Peluang penetrasi pasar internasional ini terbuka usai Fani Nasution, putri Bupati Madina yang berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata setempat, menyerahkan langsung ragam suvenir khas daerah kepada pihak KBRI di Kuala Lumpur.
Produk yang ditunjukkan dalam program Creative Economy Diplomatic Mission 2026 tersebut meliputi kopi arabika Mandailing (Tarombo Coffee), olahan minyak nilam Sianhuta, batik Mandailing, ulos, hingga fesyen beraksara Mandailing.
Pihak kedutaan menyambut positif inisiatif tersebut, karena dinilai menjadi langkah konkret daerah dalam memperluas akses pasar ekspor di kawasan Asia Tenggara.
“Kami siap menjembatani hubungan antara Mandailing Natal dan Malaysia, khususnya dalam mendorong potensi produk-produk ekonomi kreatif serta potensi daerah ke pasar Malaysia,” tegas Mohammad Iman Hascarya Kusumo.
Misi diplomasi ekonomi ini dirancang untuk membangun jalur perdagangan yang lebih luas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Bumi Gordang Sambilan.
Kehadiran DPLN GEKRAFS Malaysia sebagai creative economy hub resmi Indonesia diproyeksikan menjadi sarana strategis dalam memperkuat jaringan bisnis lintas negara dan menjaring kemitraan investasi.
Fani Nasution menjelaskan, kehadiran perwakilan daerah dalam agenda internasional tersebut membawa sasaran jangka panjang bagi penguatan ekonomi lokal.
“Jadi, kami mewakili Mandailing Natal, tujuannya ada dua hal utama. Pertama, memperkenalkan dan mengedukasi tentang Mandailing Natal ke Malaysia. Kedua, melakukan promosi ekspansi serta membangun kolaborasi antara Mandailing Natal dan Malaysia,” ujar Fani Nasution.
Dia juga mengapresiasi ruang yang diberikan dalam ajang Inauguration DPLN GEKRAFS Malaysia untuk mengenalkan hasil karya para perajin daerah secara langsung kepada jajaran diplomatik.
“Alhamdulillah, sebuah kebanggaan dapat membawa nama Mandailing Natal dan mengenalkan langsung produk-produk UMKM lokal di kancah internasional melalui agenda Inauguration DPLN GEKRAFS Malaysia,” tambahnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pelaku ekraf, dan perwakilan diplomatik RI di Kuala Lumpur, produk-produk komoditas lokal Madina diharapkan mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar ritel mancanegara.
Reporter: Sir





Discussion about this post