Tragis, seorang remaja 16 tahun di Kecamatan Siabu tewas usai dicekik seorang Satpam. Pelaku yang merupakan anak kepala sekolah ini menyerahkan diri ke polisi.
Siabu, StartNews – Duka mendalam kembali menyelimuti Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Seorang remaja berinisial NH (16) meninggal dunia di RSUD Panyabungan setelah menjadi korban penganiayaan berat oleh BGS, oknum satpam sekolah menengah pertama.
Insiden berdarah yang dipicu oleh cekikan pelaku saat korban menuntut pertanggungjawaban atas kehamilannya ini semakin mempertegas darurat perlindungan anak di Madina, khususnya Kecamatan Siabu.
Peristiwa nahas ini bermula ketika BGS berdalih mengajak korban jalan-jalan untuk membicarakan kehamilan mantan siswi di tempatnya bekerja tersebut.
Pelaku justru mengarahkan kendaraan ke kawasan perkebunan sepi di Desa Sarakmatua, Kecamatan Panyabungan. Di tempat itu, BGS secara brutal mencekik leher korban hingga tak berdaya dan meninggalkannya karena mengira NH telah tewas.
Secara ajaib, korban sempat siuman dan merangkak menuju jalan raya sebelum ditemukan warga setempat. Dalam kondisi kritis dengan luka memar parah di bagian leher, NH dilarikan ke RSUD Panyabungan setelah sempat melapor ke kantor polisi.
Namun, takdir berkata lain, perawatan intensif selama sehari tidak mampu menyelamatkan nyawa gadis remaja tersebut.
BGS yang diketahui putra dari kepala sekolah tempatnya bekerja akhirnya memilih menyerahkan diri ke pihak kepolisian.
Saat dikonfirmasi mengenai penanganan perkara tersebut, Kapolsek Siabu Iptu Juli Ahmad menjelaskan, pihak keluarga telah menempuh jalur hukum di tingkat markas kepolisian resort.
“Keluarga korban buat LP di Polres. Tentu yang menangani perkaranya Reskrim Polres,” kata Iptu Juli Ahmad pada Jumat (4/9/2026).
Sementara Kasat Reskrim Polres Madina AKP Tri Boy Alvin Siahaan mengatakan pihaknya telah mengamankan terduga pelaku untuk proses hukum lebih lanjut.
“Iya, benar. Pelaku sudah ditahan. Saat ini penyidik masih melakukan tahapan penyelidikan,” kata AKP Tri Boy Alvin Siahaan.
Tragedi yang menimpa NH ini melengkapi daftar panjang rentetan kasus kekerasan terhadap anak di Kecamatan Siabu dalam dua bulan terakhir.
Sebelumnya, publik diguncang kasus tewasnya bocah berusia empat tahun yang ditemukan tak bernyawa dengan pakaian terbuka. Berulangnya peristiwa memilukan ini menjadi peringatan bagi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk menuntaskan penyidikan secara transparan demi memberikan keadilan bagi para korban.
Reporter: Sir





Discussion about this post