Kehadiran perantau Minang di Madina bukan sekadar fenomena demografis, melainkan pilar penting penggerak ekonomi UMKM dan wujud akulturasi budaya yang harmonis.
Panyabungan, StartNews – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menegaskan denyut perputaran ekonomi di kabupaten ini, khususnya pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tidak terlepas dari peran dan kontribusi warga perantauan Minangkabau.
Fakta itu menjadi cermin betapa eratnya integrasi sosial dan pergerakan roda ekonomi antara masyarakat lokal dan para pendatang yang telah lama menetap serta berdikari di Bumi Gordang Sambilan.
Wakil Bupati Atika menyampaikan pernyataan itu saat menghadiri malam puncak perayaan Rang Minang Baralek Gadang untuk memperingati HUT ke-10 Ikatan Keluarga Minang (IKM). Acara meriah yang berlangsung di Alun-alun Kota Panyabungan pada Sabtu (29/8/2026) malam ini menjadi simbol kuatnya persaudaraan lintas budaya.

Dalam sambutannya di atas panggung utama, Atika menyampaikan apresiasi kepada warga IKM. “Ekonomi di Madina bergerak, salah satunya dengan keberadaan pelaku UMKM yang kebanyakan saudara-saudara kami orang Minang,” kata Atika.
Menurut dia, kontribusi tersebut melampaui hitungan neraca dagang semata, melainkan meresap erat ke dalam struktur kehidupan sosial kemasyarakatan.
Falsafah kuno Di Mana Bumi Dipijak di Situ Bumi Dijunjung dinilai benar-benar diamalkan dalam denyut nadi perantau Minang di Madina. Akulturasi dan adaptasi yang tulus ini menciptakan harmoni persaudaraan yang nyaris tanpa sekat.
“Sehingga, dalam keseharian tak mampu lagi kami membedakan mana orang Minang, mana orang Mandailing,” sebut Atika.

Atika berharap semangat saling membantu, gotong-royong, dan silaturahmi yang selama ini ditunjukkan oleh IKM dapat terus diwariskan kepada generasi penerus.
Keuletan masyarakat diaspora ini juga mendapat sorotan dari Ketua DPRD Madina H. Erwin Efendi Lubis. Dalam sudut pandangnya, orang Minang merupakan etnis yang memiliki keunggulan di berbagai medan kehidupan.
Salah satu keunggulan paling menonjol adalah kemampuan bertahan di tengah gempuran beragam hal, baik krisis ekonomi maupun perubahan zaman.
Erwin juga mengapresiasi acara HUT ke-10 IKM di ruang terbuka public, karena memberikan hiburan edukatif bagi masyarakat luas.
Dari kacamata historis kebangsaan, kontribusi suku Minangkabau sejatinya telah mengakar kuat dalam sejarah Indonesia. Seperti diungkapkan Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy, yang juga hadir menikmati malam perayaan.

Bagus mengatakan dedikasi orang Minang terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah terbukti sangat panjang, jauh sebelum bangsa ini menyatakan kemerdekaannya.
“Bahkan, salah satu proklamator itu berasal dari Sumatera Barat, Bung Hatta,” ungkap Bagus Priandy.
Sebagai bentuk perayaan kekayaan identitas nusantara, malam itu Alun-alun Panyabungan diwarnai berbagai pementasan seni yang mengawinkan budaya Sumatera Barat dan Mandailing Natal.
Ribuan pasang mata masyarakat disuguhi pertunjukan spektakuler seperti kesenian randai, marturi, pementasan ritmis Gordang Sambilan, serta atraksi memukau Tari Piring. Tidak ketinggalan, aksi ketangkasan silek tradisional juga membakar semangat penonton.
Melengkapi malam itu, beberapa penampilan tari kreasi seperti tari Manduda Eme turut dipentaskan, menegaskan pesan utuh bahwa perbedaan budaya adalah energi yang menggerakkan dan menyatukan peradaban daerah.
Reporter: Sir





Discussion about this post