Ratusan warga Padangsidimpuan bersama Forkopimda memadati Alaman Bolak untuk mendeklarasikan perang total terhadap narkoba dalam rangkaian Operasi Antik Toba 2026.
Padangsidimpuan, StartNews – Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna memimpin pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Anti Narkoba bersama ribuan warga dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Alaman Bolak, Jalan Sudirman Eks Merdeka, Kota Padangsidimpuan, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan massal yang menjadi bagian dari rangkaian Operasi Antik Toba 2026 itu sengaja dirancang untuk membangun sistem pertahanan berbasis masyarakat demi memutus mata rantai peredaran narkotika di Kota Padangsidimpuan.
Aksi kolektif bertajuk ‘Padangsidimpuan Bersinar’ (Bersih Narkoba) tersebut mengalihkan fokus pemberantasan narkoba yang biasanya identik dengan penegakan hukum, menjadi gerakan moral berbasis komunitas.
Acara diawali senam bersama yang menyatukan jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, pelajar, mahasiswa, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan dalam satu barisan.
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna menegaskan kekuatan utama dalam memberantas narkoba bukan terletak pada seberapa banyak pelaku yang ditangkap, melainkan seberapa solid benteng pencegahan yang dibangun oleh masyarakat sendiri.
Menurut dia, narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda, menghancurkan keluarga, dan melemahkan bangsa secara perlahan dari dalam.
“Kegiatan hari ini bentuk komitmen kita bersama untuk menolak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Narkoba musuh bersama yang harus kita lawan secara kolektif,” tegas AKBP Wira Prayatna.
Dia menambahkan, deklarasi ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan harus menjelma menjadi gerakan yang berdampak luas dan konsisten di tengah masyarakat.
Strategi pertahanan dari level terbawah ini mendapat dukungan pihak eksekutif. Pemerintah Kota Padangsidimpuan menyatakan kesiapannya mengalirkan semangat deklarasi ini hingga ke unit sosial terkecil di masyarakat, yaitu keluarga dan lingkungan rukun tetangga.
Sekretaris Daerah Kota Padangsidimpuan Rahmat Marzuki Nasution menyatakan edukasi yang masif dan berkelanjutan di tingkat akar rumput menjadi kunci untuk menciptakan daya tangkal komunal terhadap pengaruh zat terlarang tersebut. Pemerintah daerah akan segera memperluas jangkauan sosialisasi secara sistematis.
“Pemerintah Kota Padangsidimpuan berkomitmen memperkuat sosialisasi bahaya narkoba di sekolah, kampus, lingkungan kerja, kelurahan hingga desa. Tujuannya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan terbebas dari pengaruh narkoba,” ujar Rahmat Marzuki Nasution.
Dia juga mengingatkan keluarga harus memosisikan diri sebagai benteng pertama dan utama dalam mengawasi serta melindungi generasi muda.
Sebagai perpanjangan tangan gerakan moral ini, Polres Padangsidimpuan bersama Pemerintah Kota mengukuhkan lima pemuda dan pemudi berprestasi di bidang akademik dan olahraga sebagai Duta Anti Narkoba Kota Padangsidimpuan.
Kelima remaja itu diamanatkan menjadi agen perubahan dan ikon gaya hidup sehat tanpa narkoba di kalangan milenial serta pelaku organisasi kepemudaan.
Puncak acara ditandai dengan pengucapan lima poin komitmen bersama yang dilanjutkan dengan penandatanganan spanduk deklarasi oleh unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan para duta yang baru dikukuhkan.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post