Pemprov Sumut menggelontorkan anggaran ratusan miliar rupiah dari Dana Transfer ke Daerah untuk mendanai 16 proyek infrastruktur sumber daya air pascabencana.
Medan, StartNews – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengucurkan anggaran hingga ratusan miliar rupiah guna mendanai 16 proyek perbaikan dan penguatan infrastruktur sumber daya air yang rusak diterjang bencana alam di berbagai daerah.
Penggunaan anggaran Dana Transfer ke Daerah (TKD) tersebut difokuskan pada penanganan fisik pascabencana di lokasi rawan banjir, khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah, serta area terdampak lain seperti Langkat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Batubara, dan Mandailing Natal.
“Kita berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana di beberapa lokasi di Sumut,” ujar Plt. Kepala Dinas Sumber Daya Air Sumut Gibson Panjaitan dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Rabu (26/8/2026).
Porsi alokasi anggaran terbesar terkonsentrasi di Tapanuli Tengah, di antaranya untuk pekerjaan perkuatan tebing Sungai Aek Sibuluan sebesar Rp50 miliar, perkuatan tebing Sungai Aek Badiri Rp30 miliar, dan rehabilitasi tanggul Sungai Aek Sibundong senilai Rp30 miliar.
Pemprov Sumut juga mengalokasikan Rp25 miliar untuk perkuatan tebing Sungai Aek Panjaitan, Rp23 miliar untuk perbaikan tanggul Sungai Aek Pintu Bosi, Rp20 miliar untuk tanggul Sungai Aek Siaili Tukka, serta rehabilitasi saluran irigasi Mombang Boru dan Badiri Lopian masing-masing senilai Rp18 miliar dan Rp1,5 miliar.
Dari total 16 kegiatan yang diprogramkan sepanjang tahun 2026, sebanyak sembilan paket pekerjaan telah merampungkan penandatanganan kontrak dan penyiapan alat berat di lapangan, sementara tujuh kegiatan lainnya masih dalam tahap tender.
Di sektor hulu Sungai Aek Sigala-gala, BBWS Sumatera membangun Sabo Dam untuk menahan material sedimen, mendampingi pengerjaan perkuatan tebing di wilayah hilir oleh Dinas SDA Sumut.
Rangkaian pembiayaan infrastruktur air ini disinergikan pula dengan program ketahanan pangan daerah melalui penanganan 20 daerah irigasi guna memulihkan serta meningkatkan luas lahan pertanian aktif dari 36.000 hektare menjadi 41.000 hektare.
“Tahun ini kami akan menangani 20 daerah irigasi untuk menambah lahan pertanian produktif di Sumut seluas 5.050 hektare. Pengerjaan ini kita harapkan dapat selesai hingga Desember 2026, sehingga tahun depan lahan pertanian produktif bisa bertambah dari 36 ribu hektare menjadi 41 ribu hektare,” kata Gibson.
Reporter: Sir





Discussion about this post