Direktur PT Syarifah Alawiyyah Insyirah (SAI) Farah Fadilla Assagaf buka suara terkait nasib jamaah umrah yang terlantar di Kota Medan. Sebagai provider, pihaknya juga menjadi korban dugaan penipuan oleh Alwi Batubara, pimpinan sekaligus owner travel umrah Sultan Andalus Haramain (SAH).
Medan, StartNews – Direktur sekaligus Founder PT Syarifah Alawiyyah Insyirah Farah Fadilla Assagaf mengatakan perusahaannya turut menjadi korban dugaan tindak pidana penggelapan dana jamaah umrah oleh agen travel umrah Sultan Andalus Haramain (SAH).
Farah mengatakan perusahaannya yang berkedudukan di Kota Medan, Sumatera Utara, menanggung kerugian hingga ratusan juta rupiah setelah fasilitas visa dan hotel di Tanah Suci yang telah dibayar lunas terancam hangus.
Dikonfirmasi via WhatsApp pada Kamis (20/8/2026), Farah yang saat ini berdomisili di Jeddah, Arab Saudi, membeberkan kronologi dan keluh kesahnya. Dia mengaku telah menalangi seluruh kebutuhan akomodasi jamaah umrah yang akan dibawa agen travel SAH, di luar tiket pesawat. Mulai dari penerbitan visa hingga pemesanan hotel bintang empat, yakni Hotel Mira Ajyad di Mekah dan Hotel Winner di Madinah.
BACA JUga:
- Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
- Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
- Agen Travel SAH Alihkan 30 Jamaah Umrah Asal Madina ke GSN Secara Sepihak, Pimpinan Tinggalkan Korban di Kualanamu
“Saya ini sebagai korban juga. Saya direktur dan founder PT Syarifah Alawiyyah Insyirah. Semua visa kan sudah kita bayar. Bus sudah ada. Di Mekkah, saya sudah bayar Hotel Mira Ajyad mulai dari tanggal 23 sampai tanggal 29 Agustus. Di Madinah, saya sudah bayar Hotel Winner dari mulai tanggal 18 sampai 23 Agustus. Jadi, mereka datang atau tidak, kamar itu hak saya,” ungkap Farah menjelaskan kerugian yang ditanggung perusahaannya.
Sebagai wujud itikad baik dan tanggung jawab moral, Farah berupaya menawarkan solusi kepada perwakilan jamaah, dr. Khairani.
Dia mempersilakan para jamaah untuk tetap menggunakan fasilitas visa, bus, dan hotel mewah yang sudah dia bayar dengan syarat jamaah hanya perlu mencari dan membeli tiket pesawat secara mandiri.
Namun, kata Farah, tawaran tersebut ditolak oleh para jamaah yang merasa sudah melunasi seluruh paket kepada Alwi Batubara dan menolak mengeluarkan lagi uang sepeser pun.
Menanggapi penolakan tersebut, Farah mengaku pasrah. Namun, dia menyayangkan sikap Alwi Batubara yang lepas tangan dan melarikan diri tanpa menemui jamaah untuk mencari solusi.
Farah mengatakan Alwi Batubara sudah bekerja sama dengan perusahaannya selama hampir dua tahun. Sebelumnya, kata dia, Alwi Batubara juga memiliki catatan utang operasional ratusan juta rupiah yang dijanjikan akan dilunasi pada Agustus 2026.
Terkait kerugian materil operasional provider yang ditaksir cukup besar dan nasib jamaah yang terlantar akibat ulah Alwi Batubara, Farah memastikan akan menempuh jalur hukum. Pihaknya sedang merampungkan persiapan untuk melaporkan Alwi ke Polda Sumatera Utara atas dugaan tindak pidana penggelapan.
“Laporan kita ke Alwi ini tetap. Ya, penggelapan jadinya. Dia (Alwi) enggak bayar sama saya. Yang kita sudah bayarkan terus tidak disetorkannya ke saya. Kalau dia ada itikad baik mau selesaikan, tidak ada masalah, kita bantu. Tapi, kalau main lari-lari saja kayak gitu, itu kan bukan solusi,” tegas Farah.
Reporter: Sir





Discussion about this post