Presiden Prabowo Subianto memuji kinerja Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan dalam menangani karhutla. Momen ini diwarnai dialog lucu saat Presiden menjanjikan promosi jabatan usai penanganan kebakaran selesai.
Pekanbaru, StartNews – Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja jajaran Polda Riau dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Apresiasi itu diwarnai momen dialog menggelitik antara Presiden dengan Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan terkait masa jabatan dan janji promosi pangkat yang mencairkan suasana rapat.
Momen hangat itu terjadi saat rapat evaluasi penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau pada Senin (25/8/2026). Saat itu Irjen Pol. Herry Heryawan memaparkan secara komprehensif langkah penegakan hukum dan pencegahan karhutla di wilayah Riau.
Mendengar pemaparan teknis dan taktis tersebut, Presiden Prabowo mengaku gembira dan membesarkan hatinya. Presiden kemudian secara spontan menanyakan masa jabatan Kapolda Riau dan Pangdam yang hadir di lokasi.
“Kapolda sudah berapa lama di sini?” tanya Presiden Prabowo.
Dengan sigap namun terdengar sedikit grogi, Irjen Pol. Herry menjawab pertanyaan tersebut. “Siap, baru 17 bulan. Siap. Eh, baru satu tahun lebih, Bapak,” jawab Kapolda.
Mendengar jawaban itu, Presiden Prabowo langsung memberikan instruksi bernada kelakar namun berisi janji tegas kepada Kapolri dan Panglima TNI yang turut mendampingi.
“Coba cari jabatan supaya mereka bisa naik. Ya, selesai dulu. Kalau 900 kosong,” ucap Presiden merujuk pada syarat agar Kapolda dan Pangdam menyelesaikan pemadaman ratusan hektare lahan terbakar terlebih dahulu sebelum dipromosikan.
Presiden menegaskan dirinya bersikap ketat dan keras jika pekerjaan di lapangan tidak beres. Namun, dia tidak segan memuji jika kinerja yang ditunjukkan memang terbukti berdampak positif.
Presiden mengaku sempat berdoa saat berada di udara agar situasi di bawah tidak memburuk, dan merasa doanya terkabul setelah mendengar laporan kerja keras tim gabungan di Riau.
Pujian Kepala Negara itu diberikan atas pendekatan inovatif Polda Riau. Dalam laporannya, Irjen Pol. Herry Heryawan mengatakan pihaknya menerapkan pendekatan keadilan berlapis (multidoors approach).
Sepanjang tahun 2026, Polda Riau telah menangani 33 laporan polisi dengan 36 tersangka yang menyebabkan 806,57 hektare lahan terbakar. Seluruh kasus tersebut dipastikan murni akibat ulah manusia.
Sebagai langkah pencegahan agar oknum masyarakat atau korporasi tidak memanfaatkan lahan bekas terbakar, Kapolda Riau menginisiasi pemasangan 513 plang peringatan seumur hidup. Melalui aturan ini, lahan bekas kebakaran dilarang untuk ditanami kembali. Pendekatan ini bertujuan memutus modus operandi perusahaan besar yang kerap menggunakan petani kecil untuk membakar lahan dengan alasan membuka area memancing.
Selain penegakan hukum, Polda Riau juga memprioritaskan keselamatan petugas dan masyarakat yang terdampak kabut asap. Polda Riau mendirikan posko kesehatan dan menyediakan titik-titik oksigen di kantor Polsek hingga kelurahan.
Mengetahui stok tabung oksigen di lapangan mulai menipis dan Kapolda membutuhkan sekitar 500 tabung tambahan, Presiden Prabowo merespons dengan langsung memerintahkan jajarannya untuk segera mengirimkan logistik yang diminta.
Ketegasan juga ditunjukkan Presiden saat Kapolda melaporkan adanya lima perusahaan sawit yang mendapat sanksi dari Kementerian Lingkungan Hidup karena gagal menyediakan menara pantau dan tim reaksi cepat.
Mendengar izin kelima korporasi tersebut belum dicabut dan masih berstatus quo, Presiden berjanji akan mendalami masalah ini di Jakarta dan mengancam akan mencabut izin perusahaan yang lepas tangan terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Reporter: Sir





Discussion about this post