Truk pengangkut 38 ton pupuk tergelincir di Jalinsum Simirik, Padangsidimpuan. Insiden tanpa korban jiwa ini memicu desakan warga untuk pelebaran jalan.
Padangsidimpuan, StartNews – Kecelakaan tunggal melibatkan kendaraan berat kembali terjadi di kawasan Simirik, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sipirok, Desa Simirik, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Sabtu (22/8/2026) pukul 17.00 WIB.
Satu unit truk FAW Tractor Head milik PT Siba Surya bermuatan 38,25 ton pupuk urea tergelincir ke saluran air saat berusaha menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden itu, tetapi peristiwa ini kembali memicu desakan masyarakat terkait perbaikan infrastruktur jalan.
Truk bernomor polisi H 8075 OH yang dikemudikan Nono Stiyono (32) itu sedianya meluncur dari Medan menuju gudang pupuk di Jalan HT Rizal Nurdin, Padangsidimpuan.
Saat melintas di Km. 9 Jalinsum Sipirok, pengemudi membanting setir ke kiri untuk memberi ruang bagi kendaraan lain dari arah pusat kota. Nahas, ban belakang bagian kiri truk justru tergelincir dan masuk ke lubang aliran air di sisi jalan.
Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengurai arus lalu lintas. Posisi truk yang memakan sebagian bahu jalan sempat berpotensi menimbulkan kemacetan dari kedua arah.
Kasat Lantas Polres Padangsidimpuan AKP Jonni Silalahi mengimbau pengguna jalan, khususnya pengemudi armada berat, untuk lebih waspada saat melintasi jalur rawan tersebut.
“Kami meminta pengemudi mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta memperhatikan kendaraan dari arah berlawanan, khususnya saat melintasi ruas jalan yang sempit,” ujar Jonni.
Kejadian ini merupakan insiden kedua dalam kurun waktu dua pekan di lokasi yang sama. Sebelumnya pada 10 Agustus 2026, truk pengangkut produk makanan juga terbalik. Kondisi jalan yang sempit dan minim ruang manuver dinilai menjadi pemicu kerawanan lalu lintas di kawasan Simirik.
Warga Tapanuli Selatan yang rutin melintasi jalur tersebut, Anton Harahap, mendesak pemerintah segera mekebarkan badan jalan.
“Kalau dua mobil besar berpapasan, ruang untuk menghindar sangat terbatas. Pemerintah harus melihat langsung kondisi jalan ini dan segera melakukan pelebaran. Jangan tunggu ada korban jiwa baru dilakukan perbaikan. Jalur ini setiap hari dilalui masyarakat dan kendaraan pengangkut barang, keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian,” kata Anton.
Selain pembenahan fisik jalan, para pengemudi juga berharap kepolisian dapat menempatkan personel secara rutin untuk mengatur lalu lintas pada jam-jam padat kendaraan berat. Langkah ini dinilai efektif sebagai solusi jangka pendek guna mencegah manuver mendadak yang membahayakan pengguna jalan lainnya.
Raporter: Lily Lubis





Discussion about this post