• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, Mei 17, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Willem Iskander Layak Jadi Pahlawan Nasional

OLEH: TAN GOZALI NASUTION (Presiden Ikatan Pemuda Mandailing)

by Redaksi
Sabtu, 5 November 2022
0 0
0
Willem Iskander Layak Jadi Pahlawan Nasional
ADVERTISEMENT
Tan Gozali Nasution

BEBERAPA hari lagi kita akan memperingati Hari Pahlawan Nasional, tepatnya tanggal 10 November. Ayo kita dukung bersama pahlawan inspirasi kita, pahlawan pendidikan yang terlupakan, Willem Iskander, menjadi Pahlawan Nasional.

Pendiri sekolah pribumi pertama di Indonesia (Kweekscool Tanobato 1862-1873) ini lahir di Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada ahun 1840 dan meninggal dunia di Amsterdam, Belanda, pada tahun 1876.

Rintisan dan loncatan gagasan kebangsaan Willem Iskander tidak bisa lepas dari para mentor yang memberikan fasilitas, seperti Godon, Dirk Hekker, Milles. Mereka adalah guru-guru di Belanda yang sangat menaruh perhatian pada pendidikan keguruan. Tak ketinggalan pula Eduard Douwes Dekker, sesama pegawai Belanda yang kemudian terkenal dengan nama samaran Multatuli lewat karya monumentalnya, Max Havelaar, yang ditulisnya tahun 1859.

Selain sebagai perintis sekolah guru desa, dalam arti pendidikan tidak hanya dalam kelas, tidak hanya bagi para murid, tetapi juga masyarakat dengan bahasa Mandailing sebagai pengantar, Willem Iskander juga dikenal sebagai pengarang. Prosa dan puisinya yang terkumpul dalam Si Bulus Bulus, Si Rumbuk Rumbuk (tulus, mufakat, rukun) adalah karangan satiris yang menyuarakan semangat kemerdekaan. Prosa dan puisi ini pernah dilarang beberapa tahun oleh pemerintah Belanda, karena dinilai menyulut semangat kemerdekaan.

Di kalangan masyarakat Mandailing, ketokohan Willem Iskander selama bertahun-tahun kurang memperoleh tempat. Muncul narasi-narasi bias, yang kemudian dibantah oleh Basyral Harahap. Sebaliknya lewat penelitian mendalam, Basyral menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi pada Willem Iskander.

Sebagai generasi muda Mandailing mengajak semua masyarakat Mandailing dimanapun berada untuk mendukung penuh Willem Iskander menjadi Pahlawan Nasional. (*)

Tags: hari pahlawanPahlawan NasionalWillem Iskander
ShareTweet
Next Post
Pengajian Komunitas Minang Bahas ‘Bukti Cinta kepada Nabi’

Pengajian Komunitas Minang Bahas ‘Bukti Cinta kepada Nabi'

Discussion about this post

Recommended

Jorge Martin Positif Covid-19 Jelang Moto2 GP San Marino

Jorge Martin Positif Covid-19 Jelang Moto2 GP San Marino

6 tahun ago
Kapolres Madina Bagikan Masker Gratis di Pasar

Kapolres Madina Bagikan Masker Gratis di Pasar

4 tahun ago

Popular News

  • Lion Air akan Buka Penerbangan Rute Medan-Madina dan Madina-Padang

    Lion Air akan Buka Penerbangan Rute Medan-Madina dan Madina-Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dr. Mara Samin Lubis Dilantik Jadi Ketua STAIN Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Miris…! Keponakan Terpaksa Pindahkan Makam Paman-Bibiknya Demi Akhiri Konflik Warisan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sakti Matondang Klarifikasi Fakta Pembongkaran Makam Pasutri di Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rombongan Bupati Madina Studi Tiru Pengolahan Serai Wangi ke Garut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026