Inspirasi Anda- Pria ini mendadak menjadi sorotan warganet, karena dulu berjualan kue buatan ibunya di sekolah kini sukses menjadi Dokter. Ia membagikan foto saat pertama kali masuk TK pada 2002, kemudian masa sekolah hingga diterima SNMPTN jalur undangan pada 2015. Dan ada juga momen dia berfoto bersama kedua orangtuanya saat acara sumpah dokter pada April 2021.
Foto-foto tersebut dibagikannya sambil Wahyu menulis ulang percakapannya dengan sang ibu ketika dia menawarkan diri menjual olahan kue dan nasi buatan ibunya di sekolah. “Mak, nanti di SMP Wahyu bantuin jual nasi gemuk mamak dibawa ke sekolah ya. Kan gaji bapak ndak cukup,” begitu salah satu ucapan Wahyu pada sang ibu.
Wahyu menuturkan jika ia terlahir dari pasangan Najamudin dan Anisar. Ayahnya bekerja sebagai pegawai pembantu di Tata Usaha Kecamatan. Sedangkan ibunya, ibu rumah tangga yang sehari-hari berjualan kue dan nasi gemuk. Ketika duduk dibangku SMP, Wahyu membawa dagangan ibunya berupa nasi kuning.
Setiap hari dia harus datang lebih pagi, karena berjualan nasi tersebut di kantin sekolah. Lanjut ke SMA, ia juga membawa kue jualan ibunya. Kebetulan ada toko yang berdekatan dan searah menuju sekolah yang bisa dititip kue. “Pagi saya antar dan sore saya jemput. Saya lakukan sampai di awal saya masuk kuliah,” katanya.
Setelah lulus SMA, Wahyu bertekad untuk menjadi orang sukses dan mengejar mimpinya. Ia merupakan siswa yang berprestasi. Dan berkat piagamnya Wahyu diterima SNPMTN jalur undangan di program studi Pendidikan Dokter Universitas Jambi.
Setiap hari pria 24 tahun itu selalu datang lebih pagi menggunakan motor ke kampus agar dagangannya laris manis. Hingga mulai ada satu atau dua orang temannya yang ikut membantu berjualan. “Sampai akhirnya saya koas, saya masih menenteng jualan saya berupa kue dan nasi gemuk dagangan ibu saya hingga hampir selesai koas. Dan alhamdulillah, dari uang yang selalu ibu sisihkan dari penjualan untuk saya, saya mampu membeli buku, uang jajan dan biaya bensin kendaraan saya,” kenangnya.
Anak bungsu dari tiga orang bersaudara itu juga berhasil menyelesaikan pendidikan dokter tepat waktu selama 5,5 Tahun. Wahyu yang tak kuasa menahan haru itu menuturkan jika ia bersyukur kepada kedua orangtuanya.
Sebagai bentuk rasa syukurnya, Wahyu dan kakaknya sedang membangun sebuah rumah panti asuhan untuk yatim piatu, fakir miskin dan kaum dhuafa, yang dibantu oleh beberapa donatur.
“Dan Insha Allah ke depannya saya akan membuka klinik dan praktek dokter yang dibayar seikhlasnya, untuk membantu orang-orang yang tidak mampu. Insha Allah juga dana yang dapatkan berasal dari sumbangan para donatur,” jelasnya.
Wahyu kini aktif sebagai asisten dokter di beberapa klinik mengungkapkan dulu dirinya pernah dibully karena membawa dagangan ke sekolah.
“Karena saya bawa makanan dan kerja sambil sekolah. Paling saya cuma bisa buktikan prestasi saja. Contohnya hampir di setiap perlombaan akademik yang saya ikuti, saya selalu menjadi juara. Seperti LCC, lomba pidato, debat dan beberapa duta,” ucap Wahyu yang tak menyimpan dendam dan tak mau ambil pusing.
Bagi kamu yang saat ini pernah mengalami hal yang serupa, Wahyu menyampaikan pesan. Menurutnya jangan pernah malu untuk berjuang dengan sesuatu yang halal.
“Bermimpilah, lalu bangun untuk mewujudkannya. Karena selalu ada jalan untuk yang ingin berusaha. Dan yang terpenting, jangan pernah tinggalkan doa dan mintalah restu dari kedua orang tua. Karena itulah sumber dari segala kemudahan usaha kita,” pungkasnya.
Sumber: wolipop.detik.com





Discussion about this post