• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, Februari 26, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

VIDEO: Kakinya Luka Parah, Aksi Jalan Kaki Penyintas Stroke Gagal Finish di Bandung

LIPUTAN KHUSUS

by Redaksi
Minggu, 20 Agustus 2023
0 0
0
VIDEO: Kakinya Luka Parah, Aksi Jalan Kaki Penyintas Stroke Gagal Finish di Bandung

Komaruddin Rachmat, penyintas stroke yang nekad jalan kaki dari Yogyakarta ke Bandung. (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

Banjar, StartNews Masih ingat Komaruddin Rachmat? Dia merupakan penyintas stroke yang nekad jalan kaki sejauh 406 kilometer dari Yogjakarta ke Bandung, Jawa Barat. Sayangnya, lelaki berusia 69 tahun ini gagal finish di kawasan Dipati Ukur, Bandung, Jawa Barat, sesuai rencana.

Komar sapaan akrabnya terpaksa menghentikan aksi longmarch itu di Kota Banjar, Jawa Barat, lantaran telapak kakinya mengalami luka parah. Namun, dia telah berjalan kaki sejauh 283 kilometer dari target 406 kilometer sejak start di titik nol Yogyakarta pada Sabtu (5/8/2023) lalu.

Saat ini saya sedang berada di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Banjar H. Nana Suryana. Saya menginap di rumah dinas ini selama dua malam, kata Komar kepada startnews.id pada Minggu (20/8/2023).

BACA JUGA:

  • Perang Semesta Melawan Stroke, Komar Nekad Jalan Kaki Yogya-Bandung
  • Semangat Siliwangi, Penyintas Stroke Jalan Kaki Yogya-Bandung

Senin (21/8/2023) besok, Komar akan melanjutkan perjalanan menuju Bandung dengan menumpang mobil ambulans. Saya melaksanakan rencana B, karena kondisi kaki saya luka dan tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki, katanya.

Meski demikian, sebelum sampai di Bandaung, Komar akan bersilaturahmi dengan para alumini Universitas Padjajaran dan HMI di Tasikmalaya.

Komar menginap di rumah dinas Wakil Wali Kota Banjar atas inisiasi Koordinator KAHMI Kota Banjar Yadi setelah menerima pesan berantai dari Asep Supri dan Saifuddin yang berada di Bandung.

https://startnews.id/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Video-2023-08-20-at-10.45.59.mp4

Sahabat, perjalanan ini dengan terpaksa saya hentikan. Perjalanan sudah mencapai jarak 283 kilometer dari target 406 kilometer bila sampai di Bandung. Tapi sayang, kondisi saya tidak memungkinkan lagi, katanya.

Komar menceritakan, telapak kakinya mulai terasa sakit memasuki hari kelima aksi jalan kaki. Namun, dia terus berupaya menyelesaikan misi jalan kaki Yogya-Bandung hingga memasuki hari ke-14.

Kondisi luka pada telapak kaki saya sudah sangat parah. Di tiga kilometer terakhir menuju rumah Mustafa di Kota Banjar sudah sakit sekali. Saya seperti menginjak beling. Tapi, saya memaksakannya. Saya ingin masuk wilayah Jawa Barat sesuai dengan misi: Longmarch Siliwangi Kembali dari Jawa Tengah ke Jawa Barat, papar Komar.

Komaruddin Rachmat, penyintas stroke, bersemangat menjalankan aksi jalan kaki Yogya – Bandung untuk mengampanyekan Gerakan Perang Semesta Melawan Stroke. (FOTO: BUDI TANJUNG)

Start dari Titik Nol Yogyakarta

Sebelumnya, Komar memulai aksinya berjalan kaki Yogyakarta Bandung di titik nol Yogyakarta, depan Kantor Pos, Sabtu (5/8/2023) lalu. Sebelum memulai aksinya, penyintas stroke dari Kota Bekasi ini dilepas dari Sanggar Yastroki (Yayasan Stroke Indonesia) Yogyakarta di Embung Tambakboyo, Sleman.

Dari Sanggar Yastroki Yogyakarta, Ketua Umum Yastroki Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Tugas Ratmono Sp.S, MARS, MH dan anggota pembina Yastroki Prof. Dr. dr. Teguh Ranakusuma melepas keberangkatan Komar menuju titik nol Yogykarta. Hadir juga seratusan penyitas stroke yang tergabung dalam Yastroki Yogyakarta.

Keberangkatan Komar menuju titik nol Yogyakarta juga diiringi 20 kendaraan roda tiga dari Komunitas Motor Difabel (KMD), empat kendaraan roda dua, dan vorijder PJR. Di titik nol Yogyakarta, Komar disambut ratusan anggota Yastroki berseragam merah putih.

Pada kesempatan itu, Komar menceritakan kisah perjuangannya menjalani terapi agar sembuh dari dampak serangan stroke. Komar bercerita, dia terserang stroke pada 16 September 2012 dengan bentuk serangan Hemarogic (pecah pembuluh darah). Saat itu umurnya 58 tahun. Komar sempat dirawat di RS Harum Jakarta Timur di bawah penanganan dr. Gatot Sumantri.

Komaruddin Rachmat menceritakan kisahnya saat terserang stroke dan perjuangannya agar sembuh dari dampak stroke. (FOTO: STARTNEWS/SAPARUDDIN SIREGAR)

Pasca stroke, kondisi Komar terbilang buruk. Seluruh bagian kiri tubuhnya terasa kebas, kaki dan tangannya mati rasa. Mulut dan bahunya miring ekstrim. Namun, setelah melalui perjalanan panjang, fokus, dan disiplin berkonsultasi dengan dokter, kini kondisinya sudah pulih dan kembali ke kehidupan normal.

Namun demikian, seiring berjalannya waktu, Komar merasa perihatin. Berdasarkan data, menurut dia, saat ini makin banyak orang yang terserang stroke di usia yang variatif. Bahkan, banyak yang di bawah umur 40 tahun. Penyebab utama terserang stroke itu, karena abai terhadap kesehatan sendiri. Antara lain, kurangnya pengetahuan atau penyuluhan di masyarakat tentang penyakit stroke.

Atas dasar pemikiran itulah, juga didukung Yastroki, Cahaya Foundation (yayasan kesehatan dari Kota Bekasi), dan organisasi lainnya, Komar ingin mewujudkan rencananya berjalan kaki Yogya – Bandung pada 5 – 26 Agustus2023. Aksi longmarch ini semata-mata untuk membuktikan bahwa penyintas stroke bisa sembuh seperti sediakala.

Rencananya, aksi jalan kaki Komar membutuhkan waktu 20 hari dan diperkirakan akan tiba di Kampus Universitas Padjajaran (Unpad) Dipati Ukur, Bandung pada 21 Agustus 2023.

Selama perjalanan, Komar dikawal satu unit ambulans dan motor rider dari jaringan komunitas Cahaya Foundation seluruh Jawa. Komar akan melintasi jalur selatan dengan rute: Yogyakarta, Kulonprogo, Purworejo, Kebumen, Banyumas, Cilacap, Kota Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, dan finish di Bandung.

Reporter: Saparuddin Siregar

Tags: Aksi Jalan KakiKomaruddin RachmatPenyintas StrokeYogya-Bandung
ShareTweet
Next Post
Dicurigai Tempat Transaksi Narkoba, Warga dan Polisi Gerebek Rumah di Parbangunan

Dicurigai Tempat Transaksi Narkoba, Warga dan Polisi Gerebek Rumah di Parbangunan

Discussion about this post

Recommended

Gubernur Beberkan Proyek Infrastruktur Rp 2,7 Triliun di Rapat Paripurna DPRD Sumut

Gubernur Beberkan Proyek Infrastruktur Rp 2,7 Triliun di Rapat Paripurna DPRD Sumut

4 tahun ago
Selama 2024, Polres Tapsel Tangani 1.015 Kasus Kejahatan

Selama 2024, Polres Tapsel Tangani 1.015 Kasus Kejahatan

1 tahun ago

Popular News

  • Empat Pasangan Mesum Terjaring Razia di Kamar Hotel Padangsidimpuan

    Empat Pasangan Mesum Terjaring Razia di Kamar Hotel Padangsidimpuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • THR ASN, TNI, Polri Cair Pekan Depan, Cek Rincian Komponennya di Sini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Asila Putri, Pulanglah Nak, Ibu Kangen…!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Kurir Ganja dari Madina Tertangkap di Tapsel Gegara Ban Sepeda Motor Bocor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kekejaman Ibu Tiri di Sukabumi, Bocah 12 Tahun Tewas dengan Luka Bakar dan Lebam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025