Banjar, StartNews Masih ingat Komaruddin Rachmat? Dia merupakan penyintas stroke yang nekad jalan kaki sejauh 406 kilometer dari Yogjakarta ke Bandung, Jawa Barat. Sayangnya, lelaki berusia 69 tahun ini gagal finish di kawasan Dipati Ukur, Bandung, Jawa Barat, sesuai rencana.
Komar sapaan akrabnya terpaksa menghentikan aksi longmarch itu di Kota Banjar, Jawa Barat, lantaran telapak kakinya mengalami luka parah. Namun, dia telah berjalan kaki sejauh 283 kilometer dari target 406 kilometer sejak start di titik nol Yogyakarta pada Sabtu (5/8/2023) lalu.
Saat ini saya sedang berada di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Banjar H. Nana Suryana. Saya menginap di rumah dinas ini selama dua malam, kata Komar kepada startnews.id pada Minggu (20/8/2023).
BACA JUGA:
- Perang Semesta Melawan Stroke, Komar Nekad Jalan Kaki Yogya-Bandung
- Semangat Siliwangi, Penyintas Stroke Jalan Kaki Yogya-Bandung
Senin (21/8/2023) besok, Komar akan melanjutkan perjalanan menuju Bandung dengan menumpang mobil ambulans. Saya melaksanakan rencana B, karena kondisi kaki saya luka dan tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki, katanya.
Meski demikian, sebelum sampai di Bandaung, Komar akan bersilaturahmi dengan para alumini Universitas Padjajaran dan HMI di Tasikmalaya.
Komar menginap di rumah dinas Wakil Wali Kota Banjar atas inisiasi Koordinator KAHMI Kota Banjar Yadi setelah menerima pesan berantai dari Asep Supri dan Saifuddin yang berada di Bandung.
Sahabat, perjalanan ini dengan terpaksa saya hentikan. Perjalanan sudah mencapai jarak 283 kilometer dari target 406 kilometer bila sampai di Bandung. Tapi sayang, kondisi saya tidak memungkinkan lagi, katanya.
Komar menceritakan, telapak kakinya mulai terasa sakit memasuki hari kelima aksi jalan kaki. Namun, dia terus berupaya menyelesaikan misi jalan kaki Yogya-Bandung hingga memasuki hari ke-14.
Kondisi luka pada telapak kaki saya sudah sangat parah. Di tiga kilometer terakhir menuju rumah Mustafa di Kota Banjar sudah sakit sekali. Saya seperti menginjak beling. Tapi, saya memaksakannya. Saya ingin masuk wilayah Jawa Barat sesuai dengan misi: Longmarch Siliwangi Kembali dari Jawa Tengah ke Jawa Barat, papar Komar.

Start dari Titik Nol Yogyakarta
Sebelumnya, Komar memulai aksinya berjalan kaki Yogyakarta Bandung di titik nol Yogyakarta, depan Kantor Pos, Sabtu (5/8/2023) lalu. Sebelum memulai aksinya, penyintas stroke dari Kota Bekasi ini dilepas dari Sanggar Yastroki (Yayasan Stroke Indonesia) Yogyakarta di Embung Tambakboyo, Sleman.
Dari Sanggar Yastroki Yogyakarta, Ketua Umum Yastroki Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Tugas Ratmono Sp.S, MARS, MH dan anggota pembina Yastroki Prof. Dr. dr. Teguh Ranakusuma melepas keberangkatan Komar menuju titik nol Yogykarta. Hadir juga seratusan penyitas stroke yang tergabung dalam Yastroki Yogyakarta.
Keberangkatan Komar menuju titik nol Yogyakarta juga diiringi 20 kendaraan roda tiga dari Komunitas Motor Difabel (KMD), empat kendaraan roda dua, dan vorijder PJR. Di titik nol Yogyakarta, Komar disambut ratusan anggota Yastroki berseragam merah putih.
Pada kesempatan itu, Komar menceritakan kisah perjuangannya menjalani terapi agar sembuh dari dampak serangan stroke. Komar bercerita, dia terserang stroke pada 16 September 2012 dengan bentuk serangan Hemarogic (pecah pembuluh darah). Saat itu umurnya 58 tahun. Komar sempat dirawat di RS Harum Jakarta Timur di bawah penanganan dr. Gatot Sumantri.

Pasca stroke, kondisi Komar terbilang buruk. Seluruh bagian kiri tubuhnya terasa kebas, kaki dan tangannya mati rasa. Mulut dan bahunya miring ekstrim. Namun, setelah melalui perjalanan panjang, fokus, dan disiplin berkonsultasi dengan dokter, kini kondisinya sudah pulih dan kembali ke kehidupan normal.
Namun demikian, seiring berjalannya waktu, Komar merasa perihatin. Berdasarkan data, menurut dia, saat ini makin banyak orang yang terserang stroke di usia yang variatif. Bahkan, banyak yang di bawah umur 40 tahun. Penyebab utama terserang stroke itu, karena abai terhadap kesehatan sendiri. Antara lain, kurangnya pengetahuan atau penyuluhan di masyarakat tentang penyakit stroke.
Atas dasar pemikiran itulah, juga didukung Yastroki, Cahaya Foundation (yayasan kesehatan dari Kota Bekasi), dan organisasi lainnya, Komar ingin mewujudkan rencananya berjalan kaki Yogya – Bandung pada 5 – 26 Agustus2023. Aksi longmarch ini semata-mata untuk membuktikan bahwa penyintas stroke bisa sembuh seperti sediakala.
Rencananya, aksi jalan kaki Komar membutuhkan waktu 20 hari dan diperkirakan akan tiba di Kampus Universitas Padjajaran (Unpad) Dipati Ukur, Bandung pada 21 Agustus 2023.
Selama perjalanan, Komar dikawal satu unit ambulans dan motor rider dari jaringan komunitas Cahaya Foundation seluruh Jawa. Komar akan melintasi jalur selatan dengan rute: Yogyakarta, Kulonprogo, Purworejo, Kebumen, Banyumas, Cilacap, Kota Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, dan finish di Bandung.
Reporter: Saparuddin Siregar





Discussion about this post