SD Negeri 083 Pidoli mencuri perhatian warga Madina dalam Karnaval HUT ke-81 RI dengan mengusung peti merah putih yang ditempeli foto para pahlawan nasional sebagai pengingat jasa sejarah.
Panyabungan, StartNews – Deretan siswa-siswi SD Negeri 083 Pidoli berjalan penuh khidmat membelah riuk tepuk tangan warga di jalan utama kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Minggu (16/8/2026). Mereka mengusung peti jenazah berbalut kain merah putih yang ditempeli foto para pahlawan bangsa dalam karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Balutan busana nuansa hitam putih serta lambaian bendera kecil di tangan mereka makin menegaskan duka sekaligus kebanggaan atas pengorbanan para pejuang kemerdekaan. Penampilan tak biasa ini mendadak menyedot perhatian public, karena menyajikan metafora visual yang begitu emosional di tengah riuhnya pesta rakyat memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Konsep yang diusung sekolah dasar ini sengaja dirancang untuk mengetuk sanubari masyarakat agar tidak melupakan darah dan air mata yang membentuk berdirinya bangsa.
Kepala SD Negeri 083 Pidoli mengungkapkan alasan di balik ide unik tersebut saat ditemui di sela-sela parade.
“Kami ingin menghadirkan pengingat yang menyentuh hati bahwa kemerdekaan ini dibayar mahal dengan jiwa dan raga para pahlawan. Lewat replika peti dan foto-foto pejuang ini, kami mengajak anak-anak dan seluruh penonton untuk mengheningkan cipta sejenak serta menghargai warisan sejarah,” ujarnya.
Pesan moral yang dibawakan barisan murid tersebut sukses menyampaikan narasi edukatif tanpa kehilangan daya pikat kreativitas. Ribuan pasang mata di sepanjang rute karnaval tampak terpukau saat barisan mengusung peti tersebut melintas pelan.
Pendidikan karakter berbasis sejarah pun terasa hidup dan membumi, membuktikan bahwa penanaman jiwa nasionalisme bagi generasi muda dapat dikemas secara berani, kreatif, serta sarat makna di ruang publik.
Reporter: Ara Siregar





Discussion about this post