Aksi empat pria berbadan tegap menggegerkan Panyabungan, Madina. Diduga mereka memeras warga hingga puluhan juta rupiah.
Panyabungan, StartNews –Ketenangan masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terusik oleh kehadiran empat pria berbadan tegap yang mengendarai mobil Mitsubishi Pajero Sport warna hitam bernomor polisi wilayah Sumatera Utara (BK).
Kelompok yang mengklaim diri sebagai Tim Khusus (Timsus) aparat dari Kota Medan tersebut diduga melakukan serangkaian aksi pemerasan terhadap warga dan pelaku usaha di Kecamatan Panyabungan pada Kamis (15/10/2026).
Tindakan agresif kelompok tersebut menyasar sektor usaha lokal, mulai dari aktivitas distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar hingga tempat usaha pengolahan emas rakyat.
Dalam aksinya, keempat orang berpakaian preman itu sempat menghentikan kegiatan bongkar muat dua unit kendaraan BBM Solar dan menyita mesin pengolahan lumpur emas milik warga secara sepihak.
Tekanan psikologis dan ancaman proses hukum diduga menjadi modus yang dimanfaatkan para pelaku untuk mengeruk keuntungan finansial secara ilegal.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, kelompok tersebut menuntut imbalan uang dalam jumlah besar agar penanganan kasus yang mereka sangkakan tidak diteruskan.
Seorang sumber terpercaya di lapangan menuturkan para pelaku menaruh perhatian besar pada bisnis BBM subsidi dengan pola intimidasi langsung.
“Mereka mengaku sebagai aparat berpakaian preman. Salah satu bos solar subsidi sempat dimintai uang puluhan juta rupiah,” ungkap sumber tersebut.
Aksi intervensi fisik juga menimpa para pengusaha tambang rakyat di lokasi pengolahan (tong) serta tempat pembakaran emas.
“Bahkan mereka sempat mematikan mesin secara sepihak di salah satu lokasi pengolahan lumpur emas warga,” tambah sumber lain.
Sampai berita ini ditayangkan, status keanggotaan serta identitas keempat pria berbadan tegap itu belum dapat dipastikan.
Belum ada kejelasan apakah mereka merupakan oknum penegak hukum aktif, oknum terorganisir atau aparat gadungan yang sengaja memanfaatkan nama instansi untuk keuntungan pribadi.
Redaksi masih mengupayakan konfirmasi kepada pihak berwajib dan para pihak terkait guna memastikan keabsahan peristiwa ini.
Reporter: Tim




Discussion about this post