Sibolga, StartNews – Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga resmi mengakhiri masa status Tanggap Darurat Bencana pada Selasa (23/12/2025). Terhitung mulai hari ini (24/12/2025), Kota Sibolga memasuki fase transisi darurat ke pemulihan bencana untuk menata kembali kehidupan masyarakat terdampak.
Keputusan ini diambil melalui rapat koordinasi dan evaluasi yang dipimpin langsung Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik, didampingi Wakil Wali Kota Pantas Maruba Lumban Tobing di Ruang Posko Utama Tanggap Darurat.
Dalam evaluasi tersebut, terungkap besarnya skala bencana yang melanda Kota Sibolga. Hingga data terakhir per 23 Desember 2025, tercatat 7 titik lokasi banjir dan 52 titik lokasi tanah longsor. Sebanyak 55 orang dinyatakan meninggal dunia, 61 orang luka-luka, dan 660 jiwa masih berada di posko pengungsian.
Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik menegaskan peralihan status ini dilakukan karena ancaman bencana dinilai telah mereda, tetapi pemulihan sarana dan prasarana vital masih menjadi prioritas utama.
“Masa transisi ini akan menjadi landasan untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna menetapkan langkah berikutnya, terutama dalam pemulihan infrastruktur, kondisi sosial, dan ekonomi masyarakat,” ujar Akhmad Syukri.
Penanganan pada fase ini akan mencakup perbaikan fasilitas publik yang bersifat sementara maupun permanen berdasarkan kajian teknis dari BNPB dan instansi berwewenang. Tujuannya, memastikan aktivitas sosial-ekonomi warga kembali normal secepat mungkin.
Rapat tersebut turut dihadiri Danrem 023/KS Kolonel Inf. Iwan Budiarso, unsur Forkopimda, perwakilan BNPB, serta jajaran OPD terkait. Wali Kota menekankan meski status tanggap darurat berakhir, kerja keras pemerintah belum usai.
“Berakhirnya masa tanggap darurat bukan berarti penanganan selesai, melainkan memasuki fase baru yang lebih terencana dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras selama masa krisis.
Reporter: Sir





Discussion about this post