Jejak transformasi mantan pengurus Karang Taruna Panyabungan Barat yang kini memimpin media BaswaraTimes, bersiap menakhodai dan membawa semangat baru untuk Karang Taruna Mandailing Natal.
Panyabungan, StartNews – Mengabdi kepada masyarakat tidak pernah mengenal garis akhir. Prinsip ini seolah mendarah daging dalam diri Roy Samsuri Lubis, mantan pengurus Karang Taruna Kecamatan Panyabungan Barat yang kini bersiap mengambil tanggung jawab lebih besar.
Transformasi perjalanannya dari pekerja sosial di tingkat kecamatan menuju bursa kepemimpinan tingkat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kini memantik perhatian banyak kalangan.
Rekam jejak pemuda ini bermula dari pergerakan akar rumput. Masyarakat Panyabungan Barat mengenalnya sejak lama sebagai sosok yang cerdas, tegas, dan tidak pernah absen mengawal berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dia turun langsung menyapa warga, menggerakkan pemuda, dan menanamkan nilai-nilai kepedulian yang menjadi napas utama organisasi Karang Taruna.
Seiring berjalannya waktu, ruang lingkup pengabdiannya terus meluas. Dia kini memegang amanah strategis sebagai Chief Executive Officer (CEO) Media BaswaraTimes.
Posisi puncak di perusahaan media ini tidak sekadar menguji ketangguhannya, tetapi juga menajamkan kemampuannya dalam memimpin sebuah institusi, membangun komunikasi efektif, serta merajut jaringan yang luas di berbagai lapisan masyarakat. Kombinasi antara kepekaan sosial dan kecakapan manajerial inilah yang melahirkan gaya kepemimpinan adaptif.
Menjelang perhelatan Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Madina, dorongan akar rumput agar dia maju memimpin organisasi semakin menguat. Kapasitas kepemimpinan dan rekam jejak organisasinya dinilai menjadi modal berharga untuk membawa pembaruan.
“Kami membutuhkan sosok yang tidak hanya pandai merangkai visi, tetapi sudah teruji mengelola manajemen dan melakukan aksi nyata di lapangan. Pengalamannya merangkak dari level bawah hingga sukses memimpin sebuah media menjadi bukti nyata kapasitas manajerialnya,” ungkap salah seorang kader pemuda setempat yang menaruh harapan besar pada momentum Temu Karya ini.
Secara aturan main, langkah sang CEO menuju kursi kepemimpinan berjalan di atas pondasi yang kokoh. Dia telah memenuhi sejumlah persyaratan umum yang menjadi dasar dalam kepengurusan Karang Taruna.
Keterlibatannya yang konsisten dalam kegiatan sosial kemasyarakatan serta kelengkapan persyaratan administratif membuat namanya sangat layak diperhitungkan.
Tentu saja, panggung demokrasi pemuda ini tetap menempatkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta mekanisme resmi Temu Karya sebagai panglima tertinggi dalam menetapkan calon dan ketua terpilih.
Kini, arena Temu Karya membuka ruang seluas-luasnya bagi kader-kader terbaik untuk saling beradu gagasan. Tantangan kedepan bukan lagi sekadar mencari siapa figur yang menduduki posisi ketua, melainkan siapa tokoh yang memiliki visi, kapasitas, dan komitmen kuat untuk membawa Karang Taruna Madina menjadi organisasi yang solid, aktif, dan benar-benar hadir memberikan solusi bagi masyarakat.
Jika kelak forum menaruh amanah di pundaknya, sang mantan pengurus kecamatan ini tampaknya telah merapatkan barisan, siap membawa semangat baru untuk Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal.
Reporter: Sir





Discussion about this post