Bupati Madina Saipullah Nasution menghadiri RUPS Bank Sumut di Medan. Para pemegang saham sepakat setor 15% dividen untuk mengejar target modal inti KBMI 2 sebesar Rp6 triliun.
Medan, StartNews – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sumatera Utara di Lantai 10 Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 18, Medan, Senin (6/4/2026).
Dalam rapat yang dipimpin Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution ini, para kepala daerah di provinsi ini, termasuk Bupati Madina H. Saipullah Nasution, sepakat Bank Sumut harus naik kelas ke Kelompok Bank dengan Modal Inti 2 (KBMI 2).
KBMI 2 merupakan kelompok bank menengah dengan modal inti Rp6 triliun hingga Rp14 triliun. Saat ini, Bank Sumut masih di kategori KBMI I. Sementara OJK berencana mengonsolidasi bank-bank kategori KBMI 1 pada 2029.
“Aturan OJK di 2029 untuk bank itu minimal Rp6 triliun, Rp6 triliun itu sudah masuk KBMI 2, Jadi, ini sebagai pemegang saham, pemerintah daerah sepakat, kita harus mengejar modal Rp6 triliun,” kata Bobby Nasution usai rapat.
Dia menjelaskan, untuk mencapai kategori itu, Bank Sumut membutuhkan tambahan modal sekitar Rp800 miliar. Untuk itu, para pemegang saham sepakat sepakat menyetorkan kembali 15% dividen tahun 2025 sebagai modal di tahun 2026.
“Selain dividen 15%, Pemprov Sumut juga menambahkan modal Rp100 miliar tahun ini,” lanjut Bobby.
Gubernur mengungkapkan, beberapa pemerintahan kabupaten/kota juga akan menyuntikkan tambahan modal yang dianggarkan lewat APBD.
Di sisi lain, Bobby Nasution menekankan agar Bank Sumut tidak terlalu bergantung pada APBD. Salah satu caranya adalah memperbanyak produk yang bisa bersaing dengan bank-bank lainnya.
“Upaya yang kita harapkan tentu kita minta untuk dari sisi uangnya dulu, pihak ketiga jangan kemahalan, yang kedua produknya harus banyak, jangan cuma mengandalkan APBD dan juga ASN,” katanya.
Reporter: Rls





Discussion about this post