• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, Mei 13, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Ratusan Titik Longsor Ditemukan di Hulu Sungai Tapsel Akibat Kerusakan Hutan

by Redaksi
Kamis, 5 Februari 2026
0 0
0
Ratusan Titik Longsor Ditemukan di Hulu Sungai Tapsel Akibat Kerusakan Hutan

Penampakan kerusakan tutupan hutan di kawasan hulu Sungai Garoga dan hulu Sungai Siondop, Kabupaten Tapanuli Selatan. (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

Tapsel, StartNews – Hasil survei pascabencana yang dilakukan penggiat lingkungan bersama Pusat Koordinasi Nasional Mapala se-Indonesia mengungkap fakta mengejutkan mengenai kondisi ekosistem di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Tim gabungan menemukan sedikitnya 330 titik longsor yang tersebar di kawasan hulu Sungai Garoga dan hulu Sungai Siondop, Sumatera Utara, berdasarkan pemantauan yang dilakukan pada akhir Januari 2026.

Penelusuran yang berlangsung selama sepekan tersebut menggunakan metode penyisiran langsung alur sungai serta pemantauan udara melalui pesawat nirawak atau drone. Data menunjukkan 245 titik longsor berada di hulu Sungai Garoga yang masuk dalam kawasan hutan Batangtoru. Sementara 85 titik lainnya teridentifikasi di hulu Sungai Siondop yang masuk kawasan hutan Angkola.

Kondisi ini diperparah dengan temuan puluhan bukaan lahan baru yang telah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit milik masyarakat. Ironisnya, di hulu Sungai Siondop, aktivitas pembukaan lahan tersebut terdeteksi masuk ke dalam kawasan hutan lindung. Degradasi vegetasi ini dinilai melumpuhkan fungsi hutan sebagai penyangga ekologis di wilayah Sumatera Utara bagian selatan.

Ketua tim survei sekaligus penggiat lingkungan, Decky Chandrawan, menjelaskan masifnya skala longsor ini menjadi indikator kuat bahwa tutupan hutan di kawasan hulu telah rusak parah.

Dalam siaran pers yang diterima pada Kamis (5/2/2026), dia mengatakan pengelolaan kawasan yang belum efektif meningkatkan kerentanan wilayah terhadap bencana alam yang lebih besar.

“Skala longsor yang masif ini mengindikasikan bahwa tutupan hutan di kawasan hulu sungai telah rusak dan pengelolaan kawasan belum berjalan efektif, sehingga meningkatkan kerentanan wilayah terhadap bencana,” ujar Decky Chandrawan.

Decky menambahkan, berdasarkan pengamatan di lapangan, titik longsor umumnya terkonsentrasi pada lereng yang curam, sempadan sungai, serta area yang mengalami degradasi vegetasi akibat alih fungsi lahan.

Menurut dia, bencana yang terjadi bukan semata-mata faktor alamiah seperti curah hujan, melainkan dampak akumulasi aktivitas manusia dan lemahnya pengawasan di wilayah tangkapan air.

“Kondisi tersebut memperkuat indikasi bahwa bencana tidak hanya dipicu faktor alam seperti curah hujan tinggi, tetapi juga akibat akumulasi aktivitas alih fungsi kawasan dan lemahnya pengawasan di wilayah tangkapan air,” tegas Decky.

Hal senada disampaikan anggota tim survei lainnya, Edi Syahrial, yang menyoroti dampak sistemik yang dirasakan masyarakat di wilayah hilir akibat kerusakan di hulu. Dia menilai keseimbangan alam yang terganggu telah memicu ancaman nyata berupa banjir bandang, sedimentasi sungai yang tinggi, hingga kerusakan infrastruktur dasar dan lahan pertanian milik warga.

Itu sebabnya, para penggiat lingkungan merekomendasikan pemerintah untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap perizinan di kawasan hulu Sungai Garoga dan Siondop.

Mereka mendesak adanya moratorium aktivitas yang merusak hutan serta penegakan hukum bagi pelanggar di kawasan hutan lindung.

Restorasi hutan berbasis partisipasi masyarakat dianggap menjadi harga mati guna memutus siklus bencana yang mengancam ruang hidup masyarakat di Tapanuli Selatan.

Reporter: Rls

Tags: Hulu SungaiKerusakan HutanTapselTitik Longsor
ShareTweet
Next Post
Tokoh Pemuda Desak DPRD Madina Bongkar Praktik Legalitas Kertas PT Azkyal Network

Tokoh Pemuda Desak DPRD Madina Bongkar Praktik Legalitas Kertas PT Azkyal Network

Discussion about this post

Recommended

Wabup Atika Minta Perayaan Seremoni HUT ke-26 Madina Diganti Khatam Al Quran

Wabup Atika Minta Perayaan Seremoni HUT ke-26 Madina Diganti Khatam Al Quran

1 tahun ago
Ketika Cabup Madina Saipullah Bantu Pemilik Warung Menimbang Tepung

Membongkar Motivasi Saipullah Ingin Jadi Bupati Madina

2 tahun ago

Popular News

  • Lion Air akan Buka Penerbangan Rute Medan-Madina dan Madina-Padang

    Lion Air akan Buka Penerbangan Rute Medan-Madina dan Madina-Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dr. Mara Samin Lubis Dilantik Jadi Ketua STAIN Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Miris…! Keponakan Terpaksa Pindahkan Makam Paman-Bibiknya Demi Akhiri Konflik Warisan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Salah Perencanaan Anggaran, Tukin dan Serdos STAIN Madina Terancam Tak Cair 9 Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Update Nama-nama Korban Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026