Panyabungan, StartNews – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution merangsang minat para pedagang sayur dan kue basah agar kembali berjualan di Pasar Tapanuli, Kelurahan Kayujati, Kecamatan Panyabungan. Mereka akan digratiskan sewa los hingga Desember 2025. Pembayaran sewa baru dimulai pada Januari 2026.
Saipullah menyampaikan los gratis itu usai mendengarkan aspirasi pedagang dalam acara temu ramah dengan Pemkab Madina di Jalan Lingkar Pasar Lama, Panyabungan, Jumat (26/9/2025). “Sewa los bagi pedagang sayur dan kue-kue basah gratis sampai akhir tahun,” katanya.
Untuk itu, dia mengajak para pedagang agar pindah dan menempati pasar tersebut. “Kami akan tetap memelihara lingkungan ini agar tetap nyaman. Kami mohon kerelaannya,” kata mnatan kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Barat ini.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, Pj. Sekda Drs. M. Sahnan Pasaribu, dan Kepala Dinas Perindag Parlin Lubis itu, bupati mengingatkan bahwa Jalan Lingkar Pasar Lama yang selama ini dipakai pedagang sebagai tempat berjualan tidak sesuai dengan RTRW atau tata ruang kota.
Meski demikian, Saipullah mengatakan tidak ada larangan berjualan bagi yang memiliki ruko di sepanjang jalan yang baru rampung dibangun itu. “Yang hendak dipindahkan itu pedagang sayur. Kami ingin para pedagang pindah ke pasar yang baru supaya kami bisa menambah fasilitas-fasilitas yang lebih baik,” ujarnya.
Sebelumnya, Hamidah, salah satu pedagang, mengutarakan pemindahan pedagang harus keseluruhan. Sebab, dengan adanya pedagang sayur, ikan, maupun kue-kue basah yang belum pindah membuat pembeli sepi di Pasar Tapanuli. “Kalau mau dipindahkan, semuanya dipindahkan, jangan ada dua pasar,” katanya.
Hamidah menerangkan kondisi tersebut menyebabkan banyak pedagang yang terutang di lokasi yang lama dan mengalami hal serupa di lokasi yang baru. “Kami yang jualan di sana terutang, jualan di sini pun terutang,” ungkapnya.
Pedagang lain berharap Pemkab Madina tetap memberi ruang bagi mereka untuk berjualan di jalan lingkar itu. Menurut dia, kalaupun semua pedagang dipindahkan, los yang tersedia tidak mencukupi.
Terkait hal itu, bupati menegaskan jumlah los lebih banyak dari jumlah pedagang sesuai dengan pendataan yang dilakukan pemerintah.
Sementara Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis menyampaikan kedatangan pemerintah dan legislatif untuk mendapatkan solusi terbaik. Dia pun mengajak pedagang mengikuti aturan main Pemkab Madina.
“Saran saya, pindah dulu ke sana. Seiring berjalannya waktu, Pak Bupati sudah berjanji akan menambah fasilitas Pasar Tapanuli, kalau nanti tidak berjalan baik ini pasti akan dievaluasi,” tegasnya.
Untuk mendukung pemerintah menata ibu kota kabupaten ini, Erwin mengingatkan agar para pemilik gedung dan toko tidak menyewakan halaman kepada para pedagang sayur maupun kue-kue basah. “Kalau semua pindah ke sana, saya yakin pembeli juga akan datang,” ujarnya.
Untuk diketahui, pemindahan pedagang telah berlangsung dalam tiga bulan terakhir. Pasar Tapanuli sempat ramai. Namun, dalam dua pekan terakhir pedagang memilih untuk kembali berjualan di jalan lingkar Pasar Lama dengan alasan pembeli enggan datang ke pasar itu.
Reporter: Sir





Discussion about this post