Legenda sepak bola PSMS Medan, Tumsila, meninggal dunia pada usia 79 tahun akibat kanker prostat. Kepergian sosok pahlawan lapangan hijau ini meninggalkan duka mendalam bagi publik Sumatera Utara.
Medan, StartNews – Dunia sepak bola Sumatera Utara (Sumut) kehilangan salah satu putra terbaiknya setelah legenda PSMS Medan, Tumsila, mengembuskan napas terakhir di kediamannya pada Kamis (8/10/2026) pukul 09.00 WIB akibat kanker prostat.
Mantan pemain PSMS Medan, Julius King, membenarkan kabar duka yang menyelimuti publik sepak bola tersebut. Dia menyebut sang legenda berpulang pada usia 79 tahun setelah berjuang melawan penyakitnya.
“Beliau meninggal dunia jam sembilan dan meninggal di rumah. Sakit kanker prostat,” ungkap Julius, dirilis detik.com.
Kepergian Tumsila tidak hanya menyisakan kepedihan bagi keluarga, tetapi juga memukul jajaran manajemen klub yang pernah dia besarkan.
Presiden PSMS Medan Fendi Jonathan langsung menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam begitu menerima informasi duka tersebut.
Fendi mengenang Tumsila sebagai pahlawan lapangan hijau yang meletakkan fondasi kebesaran nama klub kebanggaan Sumatera Utara di kancah nasional. Dia memastikan pihak klub sangat menghargai jasa-jasa almarhum selama berseragam PSMS.
“Manajemen mengucapkan turut berduka cita bagi keluarga yang ditinggalkan untuk ikhlas dan almarhum dimudahkan dan dapat duduk di sisi-Nya. Manajemen berbelasungkawa pada legenda PSMS yang memang berbakti pada PSMS dulunya, membawa nama PSMS menjadi besar, pasti kami hargai,” tegas Fendi.
Reporter: Sir




Discussion about this post