Polri merombak struktur pimpinan, menggeser ratusan personel dari tingkat Mabes hingga Polda untuk memperkuat pelayanan dan menghadapi tantangan keamanan masa depan.
Jakarta, StartNews – Polri merombak jajaran pimpinan strategis guna meningkatkan efektivitas organisasi dan responsitivitas pelayanan publik. Sebanyak 424 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) di tingkat Mabes Polri hingga Kepolisian Daerah (Polda) digeser dari jabatannya. Pergeseran ini berdasarkan tiga Surat Telegram Kapolri bertanggal 30 Agustus 2026.
Perombakan struktur kepemimpinan ini mencakup promosi jabatan bagi 344 personel, penyegaran di tingkat kewilayahan, penataan kembali penugasan edukasi, hingga pelepasan personel yang memasuki masa purnatugas.
Perubahan signifikan terlihat pada pengisian posisi strategis, seperti pengangkatan Irjen Pol. Roycke Harry Langie sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) menggantikan Komjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran yang memasuki masa pensiun.
Di level kewilayahan, kepemimpinan Polda Papua Barat Daya kini dipercayakan kepada Brigjen Pol. Hengki Haryadi. Sementara kepemimpinan Polda Sulawesi Utara diserahterimakan kepada Brigjen Pol. Yudo Hermanto.
Selain itu, pergeseran tongkat komando juga terjadi pada jajaran Wakil Kepala Polda di Riau, Gorontalo, dan Maluku Utara, serta posisi Asisten Kapolri Bidang SDM yang kini diampu oleh Irjen Pol. Jawari.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan penyesuaian posisi ini merupakan bagian dari pembinaan karier yang terukur dan berlanjut.
“Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Dia berharl pembaharuan kepemimpinan ini mampu membawa energi baru pada pola pengamanan nasional serta mempercepat akselerasi program-program strategis kepolisian.
Seluruh perwira yang dilantik diinstruksikan untuk segera melakukan konsolidasi internal dan menyatukan langkah dalam menjaga stabilitas keamanan serta mengayomi masyarakat secara profesional.
“Setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab. Kami berharap para pejabat yang mendapat penugasan baru dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang sudah berjalan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.
Melalui penataan ulang kekuatan personel ini, kata dia, Polri menargetkan peningkatan kinerja operasional yang lebih adaptif, modern, dan sigap dalam menjawab aspirasi keamanan masyarakat di seluruh penjuru Indonesia.
Reporter: Sir





Discussion about this post