Panyabungan, StartNews Staf Khusus (Stafsus) Bidang Ekonomi dan Pembangunan Bupati Mandailing Natal (Madina) Irwan Daulay mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina berpotensi membentuk konsorsium sebagai wadah berkumpulnya para pengusaha daerah.
Potensi itu, menurut dia, didasari banyaknya perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Madina, terutama di sektor perkebunan, pabrik minyak kelapa sawit (PMKS), pertambangan, usaha panas bumi, perdagangan, dan jasa.
Untuk percepatan pemulihan ekonomi di daerah, Irwan menilai para kepala daerah perlu membentuk wadah berkumpulnya para pengusaha daerah untuk memberikan sumbang saran, bantuan pembangunan, SDM, penjaminan perbankan (avalis) maupun permodalan terhadap program-program pemerintah daerah yang tidak tertampung dalam APBD.
Wadah tersebut dapat berupa konsorsium yang didirikan oleh pengusaha yang sedang berinvestasi di daerah, baik perusahaan besar maupun UMKM yang didukung oleh Kadin, HIPMI maupun organisasi profesi yang bergerak dalam bisnis.
Gagasan ini dianggap penting saat para kepala daerah sedang berusaha memulihkan perekonomian daerah dengan anggaran yang sangat minim, melambatnya investasi serta terganggunya daya beli masyarakat, kata Irwan dalam siaran pers yang diterima StartNews, Minggu (5/3/2023).
Menurut dia, banyak hal yang dapat dilakukan konsorsium itu nantinya, Misalnya, dukungan alat berat untuk pembukaan jalan dan pengerasan jalan di desa-desa terisolasi, rehabilitasi sekolah-sekolah di daerah terpencil, bantuan pendidikan bagi kalangan miskin, dan bantuan bencana alam.
Selain bantuan tersebut, kata dia, konsorsium pengusaha juga dapat memberikan sumbang saran dan dukungan SDM bagi percepatan pembangunan perekonomian daerah, baik berupa perencanaan, studi kelayakan maupun promosi berbagai proposal investasi dalam negeri maupun penanaman modal asing (PMA).
Kosorsium pengusaha juga dapat memfasilitasi pendirian dan pengembangan usaha-usaha masyarakat, terutama di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam bentuk pendampingan, avalis untuk pembiayaan perbankan maupun menjadi off taker terhadapn produk-produk yang dihasilkan, papar Irwan, yang juga pengusaha propert.
Untuk mewujudakan ide tersebut, kata dia, pemerintah daerah perlu mengundang para pengusaha dan menjelaskan kondisi perekonomian daerah, kendala-kendala yang dihadapi berikut solusi yang diprogramkan.
Dngan melihat luasnya ruang lingkup permasalahan yang dihadapi daerah, tentunya tidak mungkin hanya mengharapkan pemerintah daerah yang berjalan sendiri menyelesaikannya. Oleh karena itu, kolaborasi dengan seluruh stakeholder, terutama para pengusaha, menjadi keniscayaan, tuturnya.
Reporter: Sir





Discussion about this post