Padangsidimpuan, StartNews – Dampak bencana longsor dan banjir yang melanda wilayah Tapanuli bagian selatan (Tabagsel) menyebabkan kerusakan infrastruktur di sejumlah ruas jalan nasional maupun provinsi, khususnya di Tapanuli Selatan (Tapsel).
Kondisi ini berdampak langsung pada pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Pertamina Sibolga ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Tabagsel, yang terganggu sejak Senin (25/11/2025).
Sejumlah SPBU di Kota Padangsidimpuan mulai mengalami kekosongan stok BBM, termasuk jenis Pertalite, Pertamax, Bio Solar, dan Dexlite. Salah satu SPBU terdampak adalah SPBU 14.227.351 di Jalan Serma Liong, yang mengalami krisis terutama untuk Pertalite dan Pertamax.
Akibat kelangkaan ini, warga Kota Padangsidimpuan terpaksa antre panjang untuk mendapatkan BBM. Fitri, warga Sadabuan, mengaku sejak dua hari terakhir harus berburu BBM bersama suaminya.
“Saat melintas, kami langsung ikut antre di SPBU Serma Liong, tapi stok sudah habis. BBM yang diperoleh hanya cukup sekali jalan ke Tapsel,” ujar Fitri, Jumat (28/11/2025).
Dia menambahkan, harga BBM di pasaran kota kini melonjak hingga dua kali lipat dari Harga Eceran Tertinggi (HET).
Fitri berharap pemerintah segera menuntaskan perbaikan jalur lintas nasional agar pasokan logistik, termasuk BBM, kembali lancar. “Jalur utama ke Kota Padangsidimpuan hanya bisa melalui Batangtoru atau Sipirok, yang saat ini putus. Alternatif melalui Rantau Prapat jauh lebih lama dan biaya tinggi,” tambahnya.
Pengawas SPBU 14.227.351, Ridwan, menjelaskan pasokan terakhir masuk pada 26 November 2025. Sejak itu, seluruh stok habis karena akses dari Sibolga terputus akibat longsor. Kebutuhan normal SPBU ini antara lain: Pertalite 24 ton per hari, Pertamax 8 ton setiap tiga hari, Bio Solar 8 ton per hari, dan Dexlite 8 ton per bulan.
“Semua pasokan tertahan di Sibolga karena jalan tertutup longsor. Saat ini suplai dialihkan dari Dumai melalui kerja sama Polres Padangsidimpuan, tetapi perjalanan memakan waktu sekitar 12 jam,” jelas Ridwan.
Dia berharap penanganan longsor dan pasokan BBM bisa segera dipulihkan, mengingat krisis ini memengaruhi perekonomian masyarakat.
Akibat keterbatasan stok, harga BBM jenis Pertalite di tingkat pengecer melonjak hingga Rp25.000 per liter. Dua ruas jalan utama ke Padangsidimpuan yang terputus antara lain Jalan Nasional Jembatan Anggoli di Kecamatan Batangtoru, perbatasan Tapsel dan Tapteng, serta Jalan Nasional Sipirok yang tertimbun longsor.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post