• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Pasca Longsor, Warga Marancar Kini Diteror Ular Liar

by Redaksi
Sabtu, 17 Januari 2026
0 0
0
Pasca Longsor, Warga Marancar Kini Diteror Ular Liar

Ular Piton muncul di tengah material longsor pascabencana di Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. (FOTO: ANTARA-HO/Ist)

Tapsel, StartNews – Dua bulan telah berlalu sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor mencabik ketenangan Kecamatan Marancar, Tapanuli Selatan (Tapsel). Namun, bagi warga setempat, ujian belum benar-benar berakhir. Saat sisa-sisa lumpur mulai dibersihkan dari pelataran rumah, muncul invasi ular liar yang merayap hingga ke badan jalan dan pemukiman.

Warga yang sebelumnya berjibaku dengan sekop dan cangkul untuk membuang material longsor, kini harus membekali diri dengan kewaspadaan ekstra. Dari Desa Simaninggir hingga Aek Malakkut, desisan ular berbisa kini menjadi latar bunyi yang membuat bulu kuduk berdiri.

Awal pekan ini, suasana gotong-royong di lokasi longsor Aek Malakkut mendadak berubah menjadi kepanikan singkat. Di tengah tumpukan kayu dan batu yang sedang dibersihkan oleh petugas dan aparat desa, seekor ular piton berukuran besar menampakkan diri.

Kemunculan predator melata ini seakan mengirim pesan bahwa ada yang berubah di ekosistem Marancar. Meski wilayah ini bersinggungan langsung dengan hutan, kehadiran piton sebesar itu di area terbuka jarang terjadi. Ular muncul dengan tenang, seolah ikut memantau pergerakan manusia yang sedang mengusik sisa-sisa habitat barunya.

Jika piton di Aek Malakkut membuat terperanjat, pemandangan di Desa Simaninggir pada Kamis (15/1/2026) justru memicu kengerian yang lebih nyata. Dua ekor ular kobra, masing-masing diperkirakan sepanjang dua meter, dengan santai melintas di badan jalan desa.

Warga yang tengah berkendara terpaksa menghentikan laju kendaraan. Tak ada yang berani mendekat. Jarak aman menjadi aturan tak tertulis saat “sang raja” berbisa itu mengklaim jalur utama desa.

“Setelah bencana, ular berbisa jadi sering muncul. Dulu jarang terlihat, sekarang malah muncul di jalan,” kata Sekretaris Desa Simaninggir Alex Ritonga, dirilis antaranews.com, Jumat (16/1/2026).

Fenomena ‘lumpur pergi, ular datang’ ini bukan tanpa alasan. Pakar lingkungan sering menyebut bencana alam seperti longsor menghancurkan sarang dan sumber makanan satwa liar. Akibatnya, ular-ular yang kehilangan tempat tinggal terpaksa bermigrasi ke wilayah yang lebih rendah, yang sayangnya adalah pemukiman dan lahan pertanian warga.

Kini, rutinitas berkebun yang menjadi nadi ekonomi warga Marancar tak lagi sama. Setiap langkah di atas rumput kini diawali dengan tatapan waspada ke kiri dan kanan. Para orangtua pun harus bekerja ekstra mengawasi anak-anak yang biasanya bermain bebas di halaman.

Langkah antisipatif kini dinantikan. Alex Ritonga mengimbau warganya untuk meningkatkan kewaspadaan. Namun, warga berharap ada tindakan lebih konkret dari pihak terkait untuk menangani konflik antara manusia dan satwa liar ini.

Bagi masyarakat Marancar, kepulihan pasca-bencana bukan hanya soal pembangunan kembali jembatan yang putus atau pembersihan jalan dari lumpur. Kepulihan sejati ketika mereka bisa kembali melangkah menuju ladang tanpa bayang-bayang kejutan bersisik yang mengancam nyawa.

Reporter: Lily Lubis

Tags: DiterorLongsorMarancarUlar LiarWarga
ShareTweet
Next Post
BNN Bongkar Laboratorium Narkotika Internasional di Apartemen Jakarta Selatan

BNN Bongkar Laboratorium Narkotika Internasional di Apartemen Jakarta Selatan

Discussion about this post

Recommended

Polres Tapsel Tangkap Pria Ini Hendak Barter Ganja dengan Sabu

Polres Tapsel Tangkap Pria Ini Hendak Barter Ganja dengan Sabu

4 bulan ago
Selama F1 Powerboat, Polda Sumut Rekayasa Arus Lalin di Kota Balige

Selama F1 Powerboat, Polda Sumut Rekayasa Arus Lalin di Kota Balige

2 tahun ago

Popular News

  • Gubernur Sumut Resmikan Rute Penerbangan Wings Air Pinangsori–Pekanbaru

    Gubernur Sumut Resmikan Rute Penerbangan Wings Air Pinangsori–Pekanbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terkait Integritas, Bupati Madina Ultimatum 3.990 PPPK Paruh Waktu yang Baru Dilantik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelantikan 3.990 PPPK Paruh Waktu Pemkab Madina Diadakan Secara Hybrid Kamis Lusa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebelas Akademisi Berebut Kursi Ketua STAIN Madina Periode 2026-2030, Ini Nama-namanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Khusus di Sumut, Ini Harga BBM Nonsubsidi per 1 Februari 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025