• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, Mei 10, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Pasca Longsor, Warga Marancar Kini Diteror Ular Liar

by Redaksi
Sabtu, 17 Januari 2026
0 0
0
Pasca Longsor, Warga Marancar Kini Diteror Ular Liar

Ular Piton muncul di tengah material longsor pascabencana di Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. (FOTO: ANTARA-HO/Ist)

ADVERTISEMENT

Tapsel, StartNews – Dua bulan telah berlalu sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor mencabik ketenangan Kecamatan Marancar, Tapanuli Selatan (Tapsel). Namun, bagi warga setempat, ujian belum benar-benar berakhir. Saat sisa-sisa lumpur mulai dibersihkan dari pelataran rumah, muncul invasi ular liar yang merayap hingga ke badan jalan dan pemukiman.

Warga yang sebelumnya berjibaku dengan sekop dan cangkul untuk membuang material longsor, kini harus membekali diri dengan kewaspadaan ekstra. Dari Desa Simaninggir hingga Aek Malakkut, desisan ular berbisa kini menjadi latar bunyi yang membuat bulu kuduk berdiri.

Awal pekan ini, suasana gotong-royong di lokasi longsor Aek Malakkut mendadak berubah menjadi kepanikan singkat. Di tengah tumpukan kayu dan batu yang sedang dibersihkan oleh petugas dan aparat desa, seekor ular piton berukuran besar menampakkan diri.

Kemunculan predator melata ini seakan mengirim pesan bahwa ada yang berubah di ekosistem Marancar. Meski wilayah ini bersinggungan langsung dengan hutan, kehadiran piton sebesar itu di area terbuka jarang terjadi. Ular muncul dengan tenang, seolah ikut memantau pergerakan manusia yang sedang mengusik sisa-sisa habitat barunya.

Jika piton di Aek Malakkut membuat terperanjat, pemandangan di Desa Simaninggir pada Kamis (15/1/2026) justru memicu kengerian yang lebih nyata. Dua ekor ular kobra, masing-masing diperkirakan sepanjang dua meter, dengan santai melintas di badan jalan desa.

Warga yang tengah berkendara terpaksa menghentikan laju kendaraan. Tak ada yang berani mendekat. Jarak aman menjadi aturan tak tertulis saat “sang raja” berbisa itu mengklaim jalur utama desa.

“Setelah bencana, ular berbisa jadi sering muncul. Dulu jarang terlihat, sekarang malah muncul di jalan,” kata Sekretaris Desa Simaninggir Alex Ritonga, dirilis antaranews.com, Jumat (16/1/2026).

Fenomena ‘lumpur pergi, ular datang’ ini bukan tanpa alasan. Pakar lingkungan sering menyebut bencana alam seperti longsor menghancurkan sarang dan sumber makanan satwa liar. Akibatnya, ular-ular yang kehilangan tempat tinggal terpaksa bermigrasi ke wilayah yang lebih rendah, yang sayangnya adalah pemukiman dan lahan pertanian warga.

Kini, rutinitas berkebun yang menjadi nadi ekonomi warga Marancar tak lagi sama. Setiap langkah di atas rumput kini diawali dengan tatapan waspada ke kiri dan kanan. Para orangtua pun harus bekerja ekstra mengawasi anak-anak yang biasanya bermain bebas di halaman.

Langkah antisipatif kini dinantikan. Alex Ritonga mengimbau warganya untuk meningkatkan kewaspadaan. Namun, warga berharap ada tindakan lebih konkret dari pihak terkait untuk menangani konflik antara manusia dan satwa liar ini.

Bagi masyarakat Marancar, kepulihan pasca-bencana bukan hanya soal pembangunan kembali jembatan yang putus atau pembersihan jalan dari lumpur. Kepulihan sejati ketika mereka bisa kembali melangkah menuju ladang tanpa bayang-bayang kejutan bersisik yang mengancam nyawa.

Reporter: Lily Lubis

Tags: DiterorLongsorMarancarUlar LiarWarga
ShareTweet
Next Post
BNN Bongkar Laboratorium Narkotika Internasional di Apartemen Jakarta Selatan

BNN Bongkar Laboratorium Narkotika Internasional di Apartemen Jakarta Selatan

Discussion about this post

Recommended

Pemkab Madina Tidak Berlakukan WFH Pasca Libur Lebaran, Ini Alasannya

Pemkab Madina Tidak Berlakukan WFH Pasca Libur Lebaran, Ini Alasannya

4 tahun ago
Dugaan Pemalsuan Dukungan Bacabup Tapsel Makin Terkuak

Dugaan Pemalsuan Dukungan Bacabup Tapsel Makin Terkuak

2 tahun ago

Popular News

  • Percikan Api Diduga Pemicu Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Tewas

    Update Nama-nama Korban Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Salah Perencanaan Anggaran, Tukin dan Serdos STAIN Madina Terancam Tak Cair 9 Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sopir Asal Bekasi Meninggal Dunia di Loket Bus ALS Padangsidimpuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Percikan Api Diduga Pemicu Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Identitas Sopir dan Kenek Bus ALS yang Kecelakaan Maut di Muratara Terungkap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025