• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, Desember 8, 2025
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Nusron Wahid Pertanyakan Sikap Pemerintah Soal Politik Subsidi Pupuk Indonesia

by Redaksi
Selasa, 20 September 2022
0 0
0
Nusron Wahid Pertanyakan Sikap Pemerintah Soal Politik Subsidi Pupuk Indonesia

Anggota Komisi VI DPR RI Nusron Wahid saat Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan direksi PT Pupuk Indonesia di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (19/9/2022). (FOTO: Munchen/nvl/DPR.GO.ID)

Jakarta, StartNews Anggota Komisi VI DPR RI Nusron Wahid menekankan agar pemerintah pusat secara tegas menentukan politik subsidi pupuk yang ideal. Pasalnya, dia menilai hingga kini para petani di Indonesia makin sulit memperoleh pupuk bersubsidi, terutama usai penerapan Permentan Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

Dengan model politik subdisi semacam ini, efektif apa tidak? Karena faktanya masih menciptakan kegaduhan dan masih adaimagepupuk langka. Kalau melihat dari produksi, itu nggak ada pupuk langka.Wongkita ekspor 1-2 juta (pupuk) kok, tapi memang persoalannya politik subsidi, kata Nusron dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan direksi PT Pupuk Indonesia di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (19/9/2022) seperti diberitakan dpr.go.id.

Membahas penyediaan pupuk nasional sekaligus keberlangsungan pupuk bersubsidi, dia mempertanyakan sikap pemerintah pusat. Bagi anggota Fraksi Partai Golongan Karya (F-Golkar) DPR itu, sikap pemerintah pusat saat ini terkesan belum mempertimbangkan masukan PT Pupuk Indonesia sebagai operator pelaksana dalam penyusunan model produksi dan distribusi pupuk bersubsidi yang ideal.

Untuk itu, Nusron mengusulkansingle pricedan model subsidioutputuntuk pupuk di Indonesia. Dari sudut pandangnya, dua usulan yang dia utarakan itu akan mengurangi masalah kelangkaan pupuk.

Kalau kita menggunakan model subsidioutput, kitaenggakperlu lagi ada isu pupuk subsidi dan pupuk non-subsidi.Enggakperlu lagi diutang oleh pemerintah.Enggakperlu lagi para pengecer itu terpaksa harus daftar atau para distributor terpaksa mencari dukungan kanan-kiri untuk menjadi distributor. Saya lebih sepakat kalau pupuk itu memakaisingle price, tandas Nusron.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Acmad Bakir Pasaman memaparkan kesiapan PT Pupuk Indonesia dalam menanggapi perubahan kebijakan pupuk bersubsidi tahun 2022 berdasarkan Permentan Nomor 10 Tahun 2022 dan Kepmentan Nomor 5 Tahun 2022. Di antaranya, menyiapkan pasokan pupuk urea dan NPK sesuai alokasi terbaru, menyiapkan mitigasi pengurangan jenis komoditas dan jenis pupuk, beserta digitalisasi layanan penyaluran pupuk.

Dia juga menerangkan dalam Permentan Nomor 10 Tahun 2022, terdapat pembatasan komoditas pangan yang memperoleh pupuk bersubsidi, yang sebelumnya 70 komoditas menjadi 9 komoditas. Lalu, kata dia, terdapat pengurangan jenis pupuk yang disubsidi, yang sebelumnya ada 5 jenis pupuk subsidi, kini menjadi 2 jenis pupuk subsidi, yaitu NPK dan Urea.

Adapun berdasarkan Kepmentan Nomor 5 Tahun 2022, alokasi jenis pupuk subsidi pupuk urea dan NPK ditambah. Sebelumnya, kuota pupuk subsidi urea sebesar 4.232.704 ton, kini menjadi 4.379.832 ton. Terakhir, kuota pupuk subsidi NPK, sebelumnya sebesar 2.481.914 ton, kini menjadi 2.981.799 ton.

Reporter: Rls

Tags: Komisi VI DPRNusron WahidPolitik SubsidiPupuk Indonesia
ShareTweet
Next Post
Dinilai Lebih Efisien, Pemerintah akan Percepat Konversi Motor BBM ke Listrik

Dinilai Lebih Efisien, Pemerintah akan Percepat Konversi Motor BBM ke Listrik

Discussion about this post

Recommended

Kemenag Bantah Isu Aceh Siapkan Pengelolaan Haji Sendiri

Kemenag Bantah Isu Aceh Siapkan Pengelolaan Haji Sendiri

3 tahun ago
SUKA Klaim Kemenangan Berdasar Real Count Internal

SUKA Klaim Kemenangan Berdasar Real Count Internal

5 tahun ago

Popular News

  • Diduga Korupsi PSR Rp1,9 Miliar, Kejaksaan Tahan Dua Pejabat Pemkab Madina

    Diduga Korupsi PSR Rp1,9 Miliar, Kejaksaan Tahan Dua Pejabat Pemkab Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Bantuan Tunai MBG PLN yang Viral di Medsos adalah Hoaks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolres Madina akan Tindak Tegas Penjual Pertalite di Luar Area SPBU pada Masa Sulit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Madina Buru Angkot Penimbun BBM di SPBU yang Viral

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Temukan Mayat Petani di Sumur Ladang Desa Bangun Purba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025