Kecelakaan mobil pelayat di Batangnatal mengungkap rapor merah penanganan infrastruktur desa. Kepala desa dinilai tutup mata terhadap jalan rusak yang bertahun-tahun diabaikan.
Batangnatal, StartNews – Mobil pikap yang mengangkut belasan pelayat terbalik akibat jalan rusak yang dibiarkan telantar oleh pemerintah desa di jalur menuju Desa Lubuk Bondar Panjang, Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Minggu (31/5/2026).
Kecelakaan tunggal yang terjadi pukul 10.15 WIB ini memicu sorotan warga terhadap kelalaian kepala desa setempat yang dinilai mengabaikan keselamatan masyarakat demi menunda perbaikan infrastruktur.
Insiden itu bermula saat mobil pikap yang mengangkut 14 penumpang kehilangan keseimbangan ketika melintasi kubangan dan jalanan yang hancur. Mobil seketika oleng dan terbalik, sehingga mencampakkan para pelayat dan menimpa beberapa di antaranya.
Akibat peristiwa itu, tiga penumpang luka ringan hingga luka berat dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan untuk mendapatkan penanganan medis.
BACA JUGA:
- Jalan Rusak Parah, Warga Lubuk Bondar Panjang Pertanyakan Realisasi Dana Desa
- Gegara Masalah Ini, Pilkades Lubuk Bondar Panjang Dihentikan Sementara
Warga menilai kecelakaan ini sebagai bom waktu yang sengaja dibiarkan oleh pemerintah desa setempat. Jalur tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung yang vital bagi mobilitas masyarakat. Namun, kondisinya dibiarkan hancur dalam waktu yang lama tanpa ada inisiatif perbaikan dari anggaran dana desa.
Tokoh masyarakat setempat, Sangkot Nasution, mengungkapkan rasa kecewa atas sikap acuh tak acuh kepala desa yang tidak merespons peringatan warga sebelum musibah ini terjadi. Menurut dia, kecelakaan ini murni dampak kelalaian birokrasi tingkat desa.
“Kondisi jalan rusak ini sudah sering disampaikan kepada kepala desa agar segera diperbaiki, mengingat jalan poros ini satu-satunya akses menuju Desa Lubuk Bondar Panjang. Namun, informasi yang disampaikan kepada kepala desa tak kunjung digubris hingga pengendara yang melintas mengalami kecelakaan tunggal. Kondisi ini sangat disayangkan, karena kurangnya perhatian kepala desa,” ujar Sangkot Nasution pada Senin (1/6/2026) sore.
Sangkot mengatakan pembiaran titik-titik kerusakan jalan yang sudah berlangsung lama ini telah mengorbankan keselamatan warga yang hendak melayat. Sebab, pemerintah desa terkesan lepas tangan dan menutup mata.
Kini masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Madina untuk turun tangan mengatasi kerusakan jalan tersebut.
“Jalan rusak di beberapa titik ini sudah lama dibiarkan tanpa ada perbaikan. Dalam hal ini, masyarakat berharap agar Pemerintah Kabupaten Madina bertindak dan memperbaiki jalan yang rusak ini,” kata Sangkot.
Hingga berita ini ditayangkan, kepala Desa Lubuk Bondar Panjang belum memberikan pernyataan terkait tudingan kelalaian dan desakan tanggung jawab atas insiden yang menimpa warganya.
Kasus kecelakaan ini menjadi momentum bagi warga untuk menuntut transparansi dan realisasi anggaran pembangunan jalan yang selama ini dinilai tidak menyentuh kebutuhan masyarakat.
Reporter: Agus Hasibuan





Discussion about this post