• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, Februari 16, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Mengenang Peristiwa Situjuah di Lapangan Chatib Sulaiman

SUMATERA BARAT

by Redaksi
Selasa, 17 Januari 2023
0 0
0
Mengenang Peristiwa Situjuah di Lapangan Chatib Sulaiman

FOTO: Diskominfotik Sumbar.

ADVERTISEMENT

Lima Puluh Kota, StartNews Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi memimpin upacara peringatan Peristiwa Situjuah ke-74 di Lapangan Chatib Sulaiman, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar, Sabtu (15/1/2023) lalu.

Peristiwa Situjuah merupakan suatu peristiwa penyerangan oleh pasukan penjajah Belanda terhadap para pejuang kemerdekaan Indonesia pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang menewaskan beberapa orang pimpinan pejuang dan puluhan orang anggota pasukan lainnya.

Turut hadir dalam acara itu, Sekretaris Daerah Sumbar Hansastri, Wakil Ketua DPRD Irsyad Syafar, Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin, Mantan Walikota Payakumbuh Riza Falepi, wali nagari beserta tokoh masyarakat setempat.

Dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut dimulai dengan mengheningkan cipta, pembacaan naskah pancasila oleh inspektur upacara dan diikuti oleh peserta upacara, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan UUD 1945.

Dalam amanatnya, Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi menyampaikan, memaknai peristiwa Situjuah menjadi salah satu momen untuk mengingat kembali dan menghormati semangat perjuangan para pahlawan dalam melawan penjajah dan mempertahankan Kemerdekaan.

Peristiwa Situjuah ini harus dijadikan sebagai inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk meneruskan perjuangan dalam membangun bangsa dan negara yang kita cintai, ujar gubernur.

Gubernur mengatakan masyarakat Sumatera Barat sejak dahulu sudah menjadi pejuang, proklamator, dan juga menjadi orang-orang yang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

Kepada generasi muda perlu dicatat dan diketahui, bahwasanya dalam diri kita ini mengalir darah para pemersatu bangsa, pejuang bangsa, dan mengalir darah orang yang cinta pada NKRI, ucap Mahyeldi yang dihadiahi tepuk tangan dari para peserta.

Mahyeldi berharap kedepan peristiwa-peristiwa bersejarah di Sumbar dapat disemarakkan, karena banyak peristiwa penting yang terjadi di Sumbar. Ia pun meminta kepada para Kepala OPDdi lingkup Pemprov Sumbar maupun di Pemkot dan Pemkab untuk mencatat peristiwa besar yang menjadi penentu sejarah bangsa Indonesia.

Para Kepala OPD tolong catat peristiwa bersejarah, pada tanggal-tanggal tersebut harus dilaksanakan upacara, kegiatan, yang melibatkan banyak pihak dan personil, dalam rangka untuk mewariskan semangat perjuangan dan mengingatkan kepada generasi muda akan sejarah bangsa, tutur gubernur.

Seperti peristiwa meninggalnya Bagindo Aziz Chan, Perang Kamang, Peristiwa Manggopoh, dan lainnya. Gubernur pun berharap Pemprov Sumbar dapat memberikan dukungan demi kelancaran dan terlaksananya acara tersebut di masa yang akan datang.

Di upacara tersebut juga gubernur mengajak para peserta upacara dan warga masyarakat yang turut menyaksikan berlangsungnya Upacara Situjuah itu untuk mengepalkan tangannya di udara dan mengucapkan ‘NKRI Harga Mati.

Di akhir pidatonya, Mahyeldi mengatakan Lapangan Chatib Sulaiman merupakan peristiwa bersejarah yang harus dijaga dan dirawat. Ia pun menawarkan Lapangan tersebut untuk dibuat stadion.

Dengan adanya stadion itu para ibu-ibu yang menonton kegiatan upacara tidak terkena terik panas matahari, selain itu Stadion juga bisa digunakan untuk kegiatan olahraga dan event-event di tingkat provinsi maupun kabupaten atau kota, tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi menyerahkan penghargaan kepada 17 orang penerima penghargaan dari masyarakat Nagari Situjuah Batua atas konsistensi dan kepedulian pada PDRI dan Peristiwa Situjuah.

Penghargaan itu juga diberikan kepada Bupati Tanah Datar Eka Putra, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Letnan Kolonel Infantri Reno Handoko, AKBP Alex Prawira, serta para pejuang dan tokoh masyarakat lainnya.

Usai upacara, rombongan menuju ke Makam Pahlawan Situjuah di Lurah Kincia, tempat dimakamkannya 9 pahlawan Peristiwa Situjuah untuk melakukan upacara penghormatan dan tabur bunga.

Reporter: Rls

Tags: Lapangan Chatib SulaimanPeristiwa SitujuahSumatera Barat
ShareTweet
Next Post
Penduduk Miskin di Sumut Berkurang 6 Ribu Jiwa

Penduduk Miskin di Sumut Berkurang 6 Ribu Jiwa

Discussion about this post

Recommended

HUT ke-22 Madina: untuk Maju Harus Bersatu

HUT ke-22 Madina: untuk Maju Harus Bersatu

5 tahun ago
Raih 30.225 Suara, Paslon Madina Unggul di Pilkada Tanjungbalai 2024

Raih 30.225 Suara, Paslon Madina Unggul di Pilkada Tanjungbalai 2024

1 tahun ago

Popular News

  • DPC IMA STAIN Madina Demo DPRD Terkait Program MBG

    DPC IMA STAIN Madina Demo DPRD Terkait Program MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perseteruan Panas Bos WiFi vs Wartawan di Madina Berujung Aksi Saling Lapor Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aset Tembus Rp10 Miliar, Bupati Madina Dorong KMM Masuk Ekosistem Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pungli Jam Mengajar Guru Sertifikasi di SMPN 1 Sayur Matinggi Tapsel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Bidik Jaya sebagai Tersangka Tragedi Tambang Emas Ilegal di Kotanopan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025