Mencari rute mudik Jakarta ke Bukittinggi yang tepat? Simak panduan lengkap perjalanan melewati Lintas Tengah dan Lintas Barat Sumatera bersama tips keamanan menghindari jalur rawan di malam hari.
Jakarta, StartNews – Perjalanan mudik menuju ranah Minang bukan sekadar berpindah dari satu kota ke kota lain, melainkan sebuah petualangan panjang menembus jantung Pulau Sumatera. Bagi para perantau di Jakarta yang hendak menuju Bukittinggi, pemilihan rute sangat penting, karena setiap jalur menawarkan sensasi, biaya, dan risiko yang berbeda.
Romi Hidayat, seorang pengendara yang juga jurnalis StartNews telah merasakan langsung dinamika jalanan Sumatera. Dia membagikan pengalamannya dalam memetakan opsi perjalanan yang bisa diambil oleh para pemudik tahun ini.
Pilihan pertama bagi mereka yang mengutamakan efisiensi waktu adalah jalur tercepat melalui tol. Romi Hidayat menjelaskan, jika pemudik ingin cepat sampai meski harus merogoh kocek lebih dalam untuk biaya tol, maka setelah menyeberang dan sampai di Bakauheni, pengendara sebaiknya langsung memacu kendaraan menuju Palembang dan Jambi via jalan tol.

Dari Jambi, perjalanan dilanjutkan dengan berbelok kiri menuju Muara Bungo, melewati Dharmasraya, hingga akhirnya tiba di Danau Singkarak sebelum masuk ke Bukittinggi. Jalur ini menjadi favorit karena memangkas waktu tempuh secara signifikan dibandingkan jalur konvensional.
Namun, tidak semua orang ingin terburu-buru. Bagi pemudik yang ingin sedikit lebih santai namun tetap ingin merasakan percepatan di awal, jalur tengah Sumatera non-tol bisa menjadi alternatif. Caranya dengan mengambil tol dari Bakauheni hanya sampai ke Bandar Lampung saja. Dari sana, perjalanan berlanjut secara manual melewati Metro, Lahat, Lubuk Linggau, hingga bertemu kembali di titik Muara Bungo dan Dharmasraya.
Ada juga opsi hibrida lainnya dengan tetap mengambil tol dari Bakauheni menuju Palembang, lalu keluar di Prabumulih untuk menyusuri Lintas Tengah menuju Lubuk Linggau. Strategi ini dianggap cukup membantu mempercepat durasi perjalanan secara keseluruhan tanpa harus melintasi tol hingga ujung Jambi.
Bagi mereka yang memiliki jiwa petualang dan ingin menikmati sisi eksotis Sumatera, Lintas Barat jawabannya. Jalur ini membentang dari Bandar Lampung menuju Pringsewu, Kota Agung, Krui, Manna, hingga masuk ke Provinsi Bengkulu dan berlanjut ke Muko-muko serta Painan sebelum menyentuh Padang.
Menurut Romi Hidayat, pemandangan laut di jalur ini luar biasa indah dan sangat cocok bagi mereka yang gemar fotografi. Pemandangan lautnya keren sekali dan bagi yang membawa drone, ada banyak sekali titik pengambilan gambar yang menakjubkan di sepanjang pesisir ini.

Meski menawarkan estetika yang memukau, Lintas Barat menyimpan tantangan fisik dan keamanan yang serius. Romi Hidayat memberikan catatan penting bahwa antara Kota Agung hingga Krui, pengendara akan melintasi Taman Nasional Bukit Barisan yang lokasinya masih sangat alami.
Kondisi jalannya cukup menantang dengan lubang, gelombang, serta tikungan dan tanjakan ekstrim yang terjal. Dia sangat menyarankan agar pemudik tidak melintasi jalur ini di malam hari. Selain karena jalannya yang relatif sepi dan jarak antar kampung yang berjauhan, keberadaan hewan buas masih menjadi ancaman nyata.
Menurut warga sekitar, kadang pemudik masih bisa bertemu dengan harimau dan gajah di area tersebut, sehingga tidak terlalu aman untuk dilewati saat hari sudah gelap.
Berdasarkan pengalaman perjalanannya yang terakhir, Romi Hidayat menyebutkan arus lalu lintas antara Lampung hingga Bengkulu masih didominasi oleh kendaraan besar seperti truk sawit. Waktu tempuh dari Kota Agung menuju Kota Bengkulu saja bisa memakan waktu hingga 12 jam karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk dipacu dengan kecepatan tinggi.
Sementara perjalanan dari Bengkulu menuju Padang memakan waktu 12 jam tambahan, meskipun kondisi jalannya cenderung lebih mulus dan lalu lintasnya lebih sepi.
Sebagai langkah antisipasi agar perjalanan tetap aman dan nyaman, Romi Hidayat menyarankan agar pemudik yang memilih Lintas Barat untuk mengambil waktu istirahat yang cukup. Sangat disarankan untuk bermalam dulu satu malam di Kota Bengkulu sebelum melanjutkan perjalanan panjang menuju Padang dan Bukittinggi.
Dengan perencanaan yang matang, baik itu melalui kecepatan tol di jalur tengah atau keindahan pesisir di jalur barat, perjalanan mudik ke Bukittinggi akan menjadi memori perjalanan yang tak terlupakan.
Reporter: Romi Hidayat





Discussion about this post