• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, September 18, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Mancetek untuk Bertahan Hidup

by Saparuddin Siregar
Senin, 1 April 2024
0 0
0
Mancetek untuk Bertahan Hidup
ADVERTISEMENT

Kotanopan, StartNews Keta mancetek. Begitulah kalimat ajakan yang sering terdengar saat ini di wilayah Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Bagi sebagian orang, kalimat ini masih terbilang baru dan mungkin menimbulkan tanda tanya, apa arti mancetek?

Bagi sebagian orang, kata cetek atau mancetek terdengar agak centil di telinga. Di Kecamatan Kotanopan, kata ini mulai popular tahun 2009, sejak masuknya istilah mardompeng. Kalau di daerah lain, kata mancetek mungkin sudah terlebih dahulu populer seiring dimulainya aktivitas mencari emas dengan mesin dompeng.

Mardompeng adalah kegiatan mengambil emas di sekitar sungai ataupun lahan sawah dan kebun dengan menggunakan mesin pompa dompeng. Mesin ini dipergunakan untuk menyemprotkan dan menghisap air dari lobang agar lebih mudah mendapatkan emas.

Seiring dengan berkembangnya dompeng, kegiatan mancetek pun mulai banyak dilakoni warga. Mancetek merupakan kegiatan mencari emas yang dilakoni warga dari sisa-sisa material tanah ataupun pasir yang sudah tidak dipergunakan pekerja dompeng atau penambang. Caranya, tanah atau material pasir diambil, kemudian didulang dan baru terlihat emasnya.

Biasanya, warga yang bekerja sebagai pancetek, tidak terikat kerja dengan pardompeng atau penambang. Bisa hari ini ia muncul, besok tidak datang lagi. Penghasilan yang mereka dapatkan berbeda-beda. Mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp500 ribu per hari, tergantung rezeki juga.

Awalnya, mancetek ini dilakoni laki-laki. Namun, beberapa tahun belakangan perempuan, utamanya kaum ibu-ibu, juga ikut mencetek.

Khususnya di Kotanopan, perempuan ikut mancetek mulai tiga tahun lalu. Saat itu, ada alat berat yang mengambil material galian C di Sungai Batang Gadis wilayah Desa Tombang Bustak. Puluhan ibu-ibu dan anak-anak pun meminta kepada operator alat berat agar material galian C itu di ambilkan untuk mereka. Sang operator pun berbaik hati, material galian C ini mereka dulang dan menghasilkan emas.

Setahun belakangan, seiring alat berat beroperasi mencari emas di wilayah Kotanopan, kata mancetek semakin populer. Selama alat berat beroperasi, ratusan warga Kotanopan ikut mencetek di sela-sela alat berat mengumpulkan material pasir dan batu.

Sesekali operator berbaik hati mengumpulkan material pasir dan batu untuk diberikan kepada tukang cetek. Begitu dikumpulkan, para tukang cetek pun berbagi material pasir dan batu dan kemudian didulang untuk mendapatkan emasnya.

Saat alat berat beroperasi, biasanya siang hari pencetek dilakoni ratusan kaum ibu. Sedangkan malam hari dilakoni kaum laki-laki. Hasil mancetek inilah yang mereka pergunakan untuk menambah biaya rumah tangga dan keperluan sekolah anaknya.

Tidak mengherankan, semakin hari tukang cetek ini semakin ramai. Apalagi belakangan ini, harga komoditas alam semakin murah, ditambah seringnya harimau muncul di areal sawah dan kebun warga, mancetek salah satu alternatif pekerjaan menurut mereka.

Para tukang cetek ini datang ke lokasi tambang dengan membawa terpal untuk tempat menampung material pasir dan tanah. Selain itu, mereka juga membawa dulang untuk membersihkan material pasir sehingga emasnya didapatkan.

Reporter: Lokot Husda Lubis

Tags: AncetekEmasKotanopan
ShareTweet
Next Post
Kebakaran Lagi di Kotanopan, Rumah Nenek Nurliana Dilahap Si Jago Merah

Kebakaran Lagi di Kotanopan, Rumah Nenek Nurliana Dilahap Si Jago Merah

Discussion about this post

Recommended

Wabup Tapsel Sambut Kunjungan Kapolda Sumut di Markas Brimob

Wabup Tapsel Sambut Kunjungan Kapolda Sumut di Markas Brimob

1 tahun ago
Pansus untuk Tegaknya Keadilan dalam Kasus Gas Beracun PT SMGP

Kementerian ESDM Didesak Cabut Surat Persetujuan Pengoperasian Kembali PT SMGP

6 tahun ago

Popular News

  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 4.843 Warga Tapanuli Tengah Masih Mengungsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejagung Usut Dugaan Pelanggaran Disiplin Jaksa dalam Penanganan Korupsi Smart Village Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026