Panyabungan, StartNews Amar Nasution terpilih sebagai juara pertama Lomba Kreatif Kopi Mandailing yang digelar untuk merayakan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Grand final dan pengumuman pemenang lomba itu diadakan di aula Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan dihadiri Wakil Bupati Atika Azmi Utammi, Rabu (25/8/2021).
Amar Nasution yang meraih juara pertama behak menerima hadiah uang Rp 3 juta, trofi, dan piagam penghargaan.
Sementara juara kedua ditempati Ahmad Yogi Batubara dan mendapat hadiah uang Rp 2 juta, trofi, dan piagam. Posisi ketiga ditempati Yusnan Daulay dan berhak menerima uang Rp 1 juta plus trofi dan piagam.
Sedangkan M. Ibrahim, Ahmad Bakri Pulungan, dan Sefrio Kurniawan masing-masing meraih juara harapan I, II, dan III. Mereka juga mendapatkan trofi, piagam serta uang masing- Rp 700 ribu, Rp 500 ribu, dan Rp 300 ribu.
Kepala Dinas Pariwisata Madina Ahmad Yasir Lubis mengatakan Lomba Kreatif Kopi Mandailing bertujuan menumbuhkan bakat kreativitas generasi milenial dalam menyuguhkan dan meracik citarasa kopi mandailing.
Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi yang hadir pada acara itu menulis testimoni di laman facebook-nya.
Atika menyatakan kopi mandailing kali pertama diperkenalkan oleh Belanda pada 1833. Sejak saat itu sampai sekarang, kopi mandailing masih menjadi primadona bagi penikmat kopi di belahan dunia.
Legasi itu harus kita syukuri dengan merawat, menjaga kualitas, dan optimalisasi produk, katanya.
Atika mengaku bangga terhadap anak muda Madina yang telah ambil bagian pada perlombaan pembuatan video “Menjaga Kualitas Kopi Mandailing di Masa Pandemi”.
Ada banyak bakat terpendam yang kemudian menghasilkan karya bagus. Kita, kaum muda, punya tanggung jawab untuk mengembalikan kejayaan kopi mandailing. Tugas kita mempromosikan, sehingga masyarakat Madina terbiasa dengan kopi lokal, paparnya.
Tak hanya sebatas lomba, Atika berharap kegiatan itu menjadi pemacu dan pemicu bagi kaum muda untuk berkarya. Juga lebih berani menghadirkan ide dan gagasan bagi kemajuan daerah.
Dengan lomba ini, kaum muda bisa lebih dekat dengan produk-produk lokal yang ternyata punya nama besar. Saya berkeinginan di masa mendatang konten-konten influencer di Madina lebih mengedepankan kekayaan Madina. Terutama terkait kopi mandailing yang belakangan seperti tinggal nama saja. Bukan cuma pertanian yang perlu diperhatikan. Trademark pun tak kalah penting untuk diproteksi, pungkasnya.
Reporter: Ika Rodhiah





Discussion about this post