• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, Maret 23, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Kunjungan Wisatawan ke Kawasan Konservasi Meningkat Tajam pada 2022

JAKARTA

by Redaksi
Senin, 16 Januari 2023
0 0
0
Kunjungan Wisatawan ke Kawasan Konservasi Meningkat Tajam pada 2022

Salah satu objek wisata kawasan konservasi di Kabupaten Mandailing Natal. (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

Jakarta, StartNews Kunjungan wisatawan ke kawasan konservasi meningkat dua kali lipat pada tahun 2022, yakni 5,29 juta orang, yang terdiri dari 5,1 juta wisatawan domestik dan 189 ribu wisatawan mancanegara.

“Kondisi ini lebih tinggi atau meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan data pada tahun 2021. Kunjungan wisatawan domestik 2,9 juta dan wisatawan mancanegara 12 ribu,” kata Menteri LHK Siti Nurbaya di Jakarta, Jumat (13/1/2023) lalu.

Kunjungan wisata alam tersebut menghasilkan nilai PNBP dari pungutan masuk obyek wisata alam sebesar Rp96,7 miliar pada tahun 2022 dan Rp34,2 miliar pada tahun 2021.

Siti menyampaikan jumlah kunjungan diprediksi akan terus meningkat pada masa mendatang, seiring pengembangan obyek wisata alam dan penerapan teknologi informasi sebagai media pemasaran/promosi serta kemudahan pelayanan melalui system E-Ticketing.

“Sistem ini juga sebagai upaya untuk penerapan pembatasan pengunjung atau kuota pengunjung, yang ditetapkan berdasarkan hasil analisis daya dukung dan daya tampung kawasan konservasi untuk menjaga aspek konservasi alam,” katanya.

Selain memberikan kontribusi berupa PNBP kepada negara, Siti mengatakan pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam juga memberikan multiplier effect kepada masyarakat. Dari sisi serapan tenaga kerja, kegiatan wisata alam di kawasan konservasi telah memberikan lapangan kerja untuk 4 ribu orang. Mereka terdaftar sebagai tenaga kerja para pemegang perijinan berusaha di kawasan konservasi.

Selain itu, kegiatan wisata alam di kawasan konservasi juga telah menyediakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sebagai penyedia jasa makanan dan minuman, pemandu wisata, dan penyedia cinderamata.

Hingga Desember 2022, masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Contohnya, kurun waktu 2021 dan 2022 di Taman Nasional Rinjani terjadi peningkatan pelaku wisata alam, yaitu tour operator yang melakukan usahanya meningkat dari 70 menjadi 109, guide meningkat dari 794 menjadi 3.907, porter dari 1.841 menjadi 11.577.

Nilai kemanfaatan kegiatan wisata alam di kawasan konservasi turut memberikan dampak ekonomi. Contohnya, wisata alam di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Berdasarkan hasil survei pada Oktober 2021, saat berlangsung PPKM level 4, secara umum nilai kemanfaatan TNGGP di sektor wisata memberikan potensi pendapatan kotor (omset) sekitar 173 ribu per orang per hari, dan pendapatan bersih (laba bersih) sekitar Rp134 ribu per orang per hari. Nilai ini dihitung terhadap semua jenis kegiatan wisata alam.

Contoh lainnya, kegiatan wisata alam di Taman Wisata Alam Gunung Tunak. Masyarakat Tunak Besopoq yang terlibat pada kegiatan wisata mendapatkan omset pada Juli 2022 sebesar Rp471 juta atau 11 kali lebih besar dari PNBP kegiatan wisata alam. Nilai ini dihitung terhadap jenis kegiatan penyediaan makanan dan minuman, pemandu wisata, dan penyedia cinderamata yang dilakukan oleh masyarakat Tunak Besopoq.

Karakteristik kawasan konservasi yang unik dan khas dari sisi lansekap dan ekosistemnya, keanekaragaman hayati, serta kehidupan sosial budaya serta kearian lokal masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi menjadi obyek dan daya tarik bagi masyarakat untuk berkunjung dan melakukan aktivitas wisata alam. Sebanyak 2.612 Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam berupa lansekap, air terjun, gua, laut/ pantai, danau, gunung, dan lain sebagainya. Sedangkan aktivitas wisata alam yang bisa dilakukan antara lain berkemah, menyelam, snorkling, panjat tebing, mendaki (hiking), menikmati keindahan alam, mengamati hidupan liar, selusur gua (caving) dan lain sebagainya.

Reporter: Rls

Tags: Kawasan KonservasiKLHKKunjungan Wisatawan
ShareTweet
Next Post
Gus Halim Sebut UU Desa Daulatkan Desa sebagai Subjek Pembangunan

Gus Halim Sebut UU Desa Daulatkan Desa sebagai Subjek Pembangunan

Discussion about this post

Recommended

Akhir Tahun di Tapsel, Presiden Prabowo Tinjau Percepatan Pembangunan Jembatan Bailey Garoga

Akhir Tahun di Tapsel, Presiden Prabowo Tinjau Percepatan Pembangunan Jembatan Bailey Garoga

3 bulan ago
Juru Parkir Ini Curi Uang Milik Pegawai Es Krim Diamond

Juru Parkir Ini Curi Uang Milik Pegawai Es Krim Diamond

2 tahun ago

Popular News

  • Pemkab Madina Somasi Media Online Terkait Tudingan Pungli Kadinkes

    Pemkab Madina Somasi Media Online Terkait Tudingan Pungli Kadinkes

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Maryam Damim, Tukang Gubah Masjid dan Gonjong Naik Haji

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025