Tapsel, StartNews – Kepolisian Resor Tapanuli Selatan (Polres Tapsel) memperkuat strategi keamanan wilayah melalui pendekatan emosional dengan menggandeng institusi pendidikan agama. Langkah ini ditegaskan Kapolres Tapsel AKBP Yon Edi Winara saat mengunjungi Pondok Pesantren Tahfidz KH Muhammad Ya’Cub di Desa Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Jumat (6/2/2026) sore.
Dalam kunjungan itu, AKBP Yon Edi Winara menanggalkan kesan kaku aparat penegak hukum. Dia memilih berdialog dengan para pengasuh dan santri guna membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya menjaga ketenteraman masyarakat dari akar rumput.
Menurut dia, lembaga pendidikan seperti pesantren memiliki peran vital yang melampaui sekadar institusi pendidikan formal.
Pimpinan pesantren, Ustadz OK Hazmi Usman Siregar, menyambut baik inisiatif tersebut. Dia menjelaskan pesantren yang dipimpinnya sejak Juni 2023 berfokus pada pembentukan karakter dan integritas santri.
Ustadz OK Hazmi yang juga tokoh organisasi kemasyarakatan ini berharap sinergi antara ulama dan umara (pemimpin pemerintahan) dapat diperkuat demi menumbuhkan rasa aman di tengah publik.
Kapolres Tapsel menegaskan pola pengamanan masa kini tidak lagi hanya mengandalkan penegakan hukum secara tekstual, melainkan melalui pendekatan humanis. Menurut dia, nilai-nilai yang diajarkan di dalam pondok pesantren, seperti kedisiplinan dan akhlakul karimah, merupakan modal besar bagi Polri dalam menciptakan kondusivitas wilayah yang berkelanjutan.
“Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab yang ditanamkan di pesantren sejalan dengan upaya Polri dalam menciptakan masyarakat yang tertib dan aman,” ujar AKBP Yon Edi Winara.
Yon Edi menambahkan, kedekatan antara Polri dan tokoh agama adalah kunci keamanan berbasis kepercayaan. Dia meyakini stabilitas sosial tidak akan terwujud tanpa dukungan dari lembaga yang mencetak generasi berintegritas.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post