Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy meninjau lokasi bencana galodo di Arosuka, Kabupaten Solok. Kehadiran pimpinan kepolisian ini menjadi simbol empati sekaligus pelecut semangat penanganan darurat di lapangan.
Solok, StartNews – Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy turun langsung meninjau kawasan terdampak bencana banjir bandang atau galodo di Aro Suka, Kabupaten Solok, Selasa (22/9/2026). Kehadiran perwira tinggi Polri ini bertujuan memastikan seluruh langkah penanganan darurat berjalan cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Di tengah duka dan puing-puing sisa hantaman air bah, kehadiran Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menjadi cermin kepedulian serta wujud empati kepolisian terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Peninjauan lapangan ini tidak hanya bertujuan mengevaluasi kondisi secara teknis di lokasi kritis, seperti area Kantor Pekerjaan Umum dan Kantor Dinas Kesehatan yang rusak parah, tetapi juga menghadirkan kehangatan serta motivasi moril bagi warga terdampak dan petugas yang bersiaga.
Kesigapan jajaran Polda Sumbar di lapangan dibuktikan melalui pengerahan pasukan elite Satuan Brigade Mobil (Brimob) yang bergerak hanya berselang 45 menit setelah bencana menghantam wilayah Arosuka pada Senin (21/9/2026) pukul 20.15 WIB. Sinyal apel darurat pengerahan Tim Search and Rescue (SAR) segera berbunyi pada pukul 20.20 WIB, hingga seluruh pasukan resmi diberangkatkan menembus malam menuju lokasi bencana pada pukul 21.00 WIB.
Operasi kemanusiaan yang terukur tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Brimob Polda Sumbar Kombes Pol. Lukman Syafri Dandel Malik dengan mengerahkan dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari Markas Komando Padang Sarai. Pasukan ini juga diperkuat oleh satu peleton tambahan dari Markas Komando Batalyon B Kota Padang Panjang di bawah pimpinan Plh. Komandan Kompi 1 Yon B Pelopor Ipda Liza Atmaja Putra.
Kehadiran ratusan personel itu difokuskan untuk mencari satu warga yang dilaporkan hilang sekaligus mengamankan area sekitar fasilitas umum yang terdampak.
Guna memaksimalkan pertolongan di lokasi bencana, rombongan Brimob Polda Sumbar bergerak membawa armada lengkap yang terdiri dari lima unit bus dan truk, mobil khusus SAR, kendaraan dapur lapangan, serta sarana pengolahan air bersih. Pasukan penyelamat juga dibekali perlengkapan evakuasi kelas berat, seperti puluhan jaket pelampung, helm keselamatan, tali karmantel, gergaji mesin, generator set, hingga alat komunikasi radio panggil untuk memastikan koordinasi di lapangan tetap berjalan lancar.
Aksi cepat dan nilai-nilai kemanusiaan yang ditunjukkan oleh segenap jajaran di Sumatera Barat mendapat apresiasi penuh dari Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol. Ramdan Hidayat.
“Kecepatan merespons panggilan darurat kemanusiaan adalah harga mati bagi setiap prajurit Brimob. Begitu menerima laporan adanya galodo di Solok, pasukan langsung bergerak membawa perlengkapan SAR penuh dalam hitungan menit. Kami hadir secepat mungkin untuk memastikan keselamatan warga dan mencari satu korban yang dilaporkan hilang. Bagi kami, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” kata Komjen Pol. Ramdan Hidayat kepada 110news.com, Selasa (22/9/2026).
Turunnya Kapolda Sumbar beserta jajarannya ke pusat bencana Arosuka menegaskan kembali komitmen institusi Polri yang tidak sekadar menjalankan fungsi pengayoman formal, melainkan hadir sebagai pelindung yang berempati dan siap mengulurkan tangan di masa-masa tersulit masyarakat.
Reporter: Sir





Discussion about this post