Kapolri mengungkap fakta baru penyelundupan 1,16 ton ketamin di Selat Malaka yang diangkut kapal berbendera Mongolia dan dipantau sejak Agustus 2026.
Padangsidimpuan, StartNews — Upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional berhasil digagalkan aparat kepolisian di Perairan Selat Malaka. Fakta baru terungkap bahwa barang haram berupa 1,16 ton jenis ketamin tersebut diangkut menggunakan kapal MT Global 168 berbendera Mongolia yang berlayar dari Malaysia dan telah berada dalam pantauan pihak kepolisian sejak Agustus 2026.
Pengungkapan kasus besar ini dipaparkan langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melalui sambungan zoom meeting di sela kegiatan Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Sumatera Utara Menolak Narkoba yang berlangsung di Aula Pratidina Polres Padangsidimpuan, Jumat (23/10/2026).
Dalam penjelasannya, Kapolri mengungkapkan, penindakan ini melibatkan awak kapal gabungan antara warga negara Indonesia dan asing. Penyelamatan bernilai triliunan rupiah pun berhasil dilakukan dari pengungkapan jaringan lintas negara tersebut.
“Kita sudah memonitor kapal MT Global 168 ini sejak bulan Agustus. Untuk awak kapal ada 8 orang, 7 warga negara Indonesia dan 1 warga negara asing. Penyitaan ini menyelamatkan 5,8 juta jiwa dan mencegah kerugian rehabilitasi sebesar 116 triliun rupiah,” ujar Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Kapolri juga menegaskan komitmen penegakan hukum dalam menjaga pertahanan negara dari ancaman kejahatan transnasional serta mengimbau keterlibatan publik secara luas.
“Negara selalu hadir melindungi bangsa dari ancaman kejahatan internasional. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memusuhi narkotika,” tegas Kapolri.Penindakan besar di wilayah perairan Sumatera Utara ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan terimakasih atas tindakan tegas jajaran kepolisian.
“Kami berharap kehadiran Bapak Kapolri dapat menjadikan wilayah ini semakin bersih dari narkoba. Apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan pengungkapan 1,6 ton narkoba yang berada di wilayah Sumatera Utara,” kata Bobby.
Sinergi lintas instansi juga menjadi pilar utama dalam keberhasilan pencegahan masuknya barang terlarang melalui pintu-pintu perbatasan.
Direktur Jenderal Bea Cukai menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan di jalur rawan.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dengan berkolaborasi, hasil yang kita capai akan jauh lebih maksimal. Bea Cukai siap mendukung pemberantasan narkoba melalui pengawasan lintas batas, baik di perairan maupun perbatasan darat,” tegasnya.
Sementara Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval N.G. Desky menyambut baik dukungan seluruh elemen daerah dalam memerangi peredaran gelap narkoba demi menjaga kondusivitas wilayah.
“Terima kasih kepada seluruh undangan yang berkenan hadir. Kami mengharapkan dukungan serta doa dari seluruh elemen masyarakat agar kita dapat bersama-sama memberantas narkoba di daerah ini,” ucap AKBP Noval.
Rangkaian acara tersebut diakhiri dengan pembacaan teks deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Menolak Narkoba serta penandatanganan pakta integritas yang diikuti oleh jajaran Forkopimda, Sekda Kota Padangsidimpuan, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan pelajar, mahasiswa, organisasi masyarakat, dan insan pers.
Reporter: Lily Lubis




Discussion about this post