Tanjungbalai, StartNews Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Utara (Sumut) H. Ahmad Qosbi mengatakan Indonesia menjadi kiblat perdamaian dunia, karena telah berhasil menjaga perdamaian antarumat beragama walau dengan beragam agama, budaya, suku, dan bahasa.
Qosbi menyampaikan hal itu pada acara pembinaan dan penguatan moderasi beragama bagi ASN Kantor Kemenag Kota Tanjungbalai di MAN Tanjungbalai, Senin (16/10/2023). Kegiatan ini juga dihadiri Kakankemang Kota Tanjungbalai H. Al-Ahyu, Kakankemenag Asahan H. Saripuddin Daulay, dan para ASN Kakankemenag Kota Tanjungbalai.
Qosbi mengatakan Indonesia punya pengalaman besar untuk semangat persatuan dalam keragaman sejak pra-kemerdekaan hingga sekarang. Dengan kekuatan itu, diharapkan menjadi modal kuat ASN Kemenag menjaga keharmonisan dan semangat persatuan.
Kita sejak dulu sudah teruji. Walau berbeda tetap bersatu, Bhinneka Tunggal Ika. Karena itu, negara di luar sana takjub. Indonesia kini kiblat kerukunan umat beragama di dunia. Kita harus bangga. Kita harus bisa mempertahankan itu dengan kerja keras, ucapnya.
Dia juga mengatakan program moderasi beragama sudah masuk ke instansi dan lembaga pemerintahan melalui Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023. ASN di Kemenag harus mampu menjadi penggerak dan sebagai konsultan bagi lembaga lainnya bagaimana menjalankan moderasi beragama. Bisa dengan kolaborasi dan lain sebagainya, tambahnya.
Dia juga mengingatkan seluruh ASN untuk merefleksikan kebiasaan dulu dan kemudian berbenah untuk menjadi lebih baik. Segala hal yang dianggap dapat merusak instansi, harus diakhiri dan menatap kedepan agar pekerjaan melayani masyarakat dilakukan secara maksimal.
Kita harus punyalesson learned.Jadikan masa lalu sebagai bentuk pengalaman untuk menatap kedepan menjadi lebih baik. ASN harus dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan benar dan dapat melayani masyarakat secara maksimal, pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Qosbi juga meninjau pembangunan kelas MTsN Tanjungbalai. Dia berterima kasih kepada masyarakat yang telah menghibahkan tanahnya untuk pembangunan pendidikan di lingkungan tersebut.
Dia berharap makin banyak masyarakat yang peduli dengan keberadaan madrasah, maka kepercayaan tersebut harus dibuktikan dengan kerja nyata para guru dan kepala madrasah. Dia mengatakan madrasah merupakan pendidikan dunia dan akhirat.
Reporter: Rls





Discussion about this post