Panyabungan, StartNews – Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal (Madina) Taufik Zulhendra Ritonga bersama sejumlah kepala desa meninjau Sipon Irigasi Batang Gadis yang tersumbat sampah di Sungai Aek Rantopuran, Desa Gunungtua Jae, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sabtu (15/11/2025).
Taufik memastikan pihaknya berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Utara, Dinas PUPR Madina, dan Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara untuk mengeruk Sipon yang tersumbat sejak satu setengah tahun yang lalu.
Sipon Irigasi Batang Gadis itu mengairi lahan pertanian di Desa Gunungtua Jae, Desa Manyabar, dan Desa Gunungbarani, Kecamatan Panyabungan.

Akibat irigasi tersumbat tumpukan material lumpur dan sampah, ratusan hektare lahan pertanian warga tidak dapat ditanami padi.
Saat meninjau irigasi di Desa Gunungtua Jae, Taufik mengatakan pengerukan material lumpur dan sampah di irigasi sepanjang 25 meter ini akan dikerjakan oleh BWS bersama masyarakat setempat pada Senin, 17 November 2025.
“Mudah-mudahan pengerukan ini selesai kurun waktu satu minggu, sehingga air kembali mengairi lahan pertanian warga di 3 desa dengan luas lahan 357 hektare,” katanya.
Dengan demikian, Taufik berharap para petani bisa kembali beraktivitas untuk menanam padi pada musim tanam tahun ini.
Sebelumnya, akibat kurangnya pasokan air yang mengairi lahan pertanian warga, sebagian petani memanfaatkan lahan mereka untuk ditanami tanaman holtikultura.
Reporter: Agus Hasibuan





Discussion about this post