Sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan melanda Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan 19 wilayah Sumut lainnya. BMKG imbau warga mewaspadai penurunan jarak pandang dan kualitas udara.
Medan, StartNews – Kabut asap tipis mulai menyelimuti wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan mengganggu pandangan warga serta pengendara sejak Kamis (8/10/2026) pagi.
Kondisi itu terjadi seiring laporan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I yang mendeteksi sebaran asap di 20 kabupaten dan kota se-Sumatera Utara.
Pantauan citra satelit BBMKG Wilayah I pada Kamis pukul 10.00 WIB menunjukkan kabut asap telah meluas hingga ke daerah Panyabungan dan sekitarnya. Paparan asap ini memicu penurunan jarak pandang secara signifikan di wilayah Madina dan beberapa wilayah Tapanuli bagian selatan lainnya hingga tersisa 4 sampai 5 kilometer saja.
Stasiun pengamatan meteorologi mencatat penurunan intensitas cahaya matahari dan jarak pandang akibat timbulan asap tebal tersebut. Penurunan kualitas udara ini berpotensi memicu timbulnya gangguan pernapasan bagi masyarakat setempat yang beraktivitas di luar ruangan.
Kepala BBMKG Wilayah I Hendro Nugroho mengatakan konsentrasi partikel debu halus di udara saat ini telah melampaui batas normal.
“Berdasarkan pemantauan kualitas udara konsentrasi PM2.5 di Sumatera Utara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat,” ujar Hendro.
BMKG meminta warga Mandailing Natal dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan saat mengendarai kendaraan di jalan raya.
Hendro menambahkan, pengendara wajib menyalakan lampu utama serta menjaga jarak aman berkendara guna mengantisipasi keterbatasan pandangan akibat kabut asap.
Dia juga mengingatkan masyarakat Madina untuk mengenakan masker protektif saat melakukan aktivitas di luar rumah. Langkah antisipasi ini penting demi meminimalkan risiko bahaya paparan debu dan partikel asap yang berpotensi memicu penyakit ISPA.
Reporter: Sir




Discussion about this post