• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Oktober 16, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Inilah Dilema Petani di Panyabungan, Saat Musim Panen Harga Gabah Turun

by Saparuddin Siregar
Rabu, 19 Februari 2025
0 0
0
Inilah Dilema Petani di Panyabungan, Saat Musim Panen Harga Gabah Turun

Maulida (tengah), petani di Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan. (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

Panyabungan, StartNews Inilah dilema yang dihadapi para petani di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Saat memasuki musim panen, saat itu pula harga gabah turun. Seperti memasuki musim panen menjelang Ramadan tahun ini.

Maulida, petani di Panyabungan, mengeluhkan selama pemeliharaan masa tanam hingga panen, lahan pertaniannya di Desa Pidoli Lombang dilanda musibah. Dia mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi serta gangguan hama tikus yang mengakibatkan hasil panen menurun.

“Kami meminta pemerintah daerah terus mengawal pendistribusian pupuk supaya tepat sasaran dan mendapatkannya supaya dipermudah. Selain itu, hama tikus juga menjadi kendala, hasil panen menurun,” katanya.

Maulida berharap di tengah keterpurukan hasil panen yang menurun, harga gabah kering yang bisa naik supaya modal yang dikeluarkan dapat kembali dan bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Sementara Nur Asiah, penjaga toko beras milik Duhani di Pidoli Lombang, mengatakan pihaknya membeli gabah kering dari petani pada musim panen ini seharga Rp3.800 per kilogram. Harga ini turun Rp200 per kilogram dibandingkan panen sebelumnya.

Menurut dia, harga gabah kering turun akibat banyaknya petani yang panen, sehingga stok gabah cukup banyak.

“Penurunan ini disebabkan ketersediaan gabah yang lebih stabil tahun ini, berbeda dengan tahun sebelumnya di mana pasokan sulit didapatkan,” ujarnya.

Pihaknya mendapatkan pasokan gabah dari berbagai wilayah pertanian seperti Pidoli, Gunungtua, Sigalapang, dan Tantom Sayur Maincat.

Reporter: TIM Mahasiswa KPI STAIN Madina

Tags: DilemaHarga GabahMusim PanenpanyabunganPetani
ShareTweet
Next Post
Pemkab Madina Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Rantobaek

Pemkab Madina Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Rantobaek

Discussion about this post

Recommended

Astagfirullah, Lima Pasangan Mesum Terjaring Razia di Panyabungan

Astagfirullah, Lima Pasangan Mesum Terjaring Razia di Panyabungan

3 tahun ago
Pemkab Madina Gelar Rakor Transformasi Pokjanal Posyandu

Pemkab Madina Gelar Rakor Transformasi Pokjanal Posyandu

1 tahun ago

Popular News

  • Bukti Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Metro Jaya Obral Nomor WA untuk Pengaduan Publik

    Bukti Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Metro Jaya Obral Nomor WA untuk Pengaduan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi, Kapolri Kocok Ulang Posisi 199 Pati dan Pamen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026