Tapsel, StartNews – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu menyebut nama HHN sebagai salah satu dari 11 bos penebang kayu yang diduga kuat menyebabkan bencana banjir dan longsor di wilayahnya.
Sedangkan Haji Mahmuddin Nasution sebagaimana disebut-sebut warga di media sosial, sama sekali tidak ada (nihil).
HHN, pengusaha muda asal Kelurahan Hanopan Sibatu, Kota Padangsidimpuan. Dalam bisnis perkayuan, kurun waktu 10 tahun terakhir namanya sudah tidak asing lagi di Tapanuli bagian selatan (Tabagsel).
Sayangnya, Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) di Tapsel ini belum berhasil dikonfimasi wartawan. Upaya telepon, kirim pesan dan mendatangi kilang kayunya tak membuahkan hasil pada Senin (22/12/2025).
Berikut ini inisial 11 bos penebang pohon di wilayah Tapsel sesuai penjelasan Bupati Gus Irawan Pasaribu, yakni HHN, JAS, MNB, MAI, IRS, JP, FSS, DHP, FRR, RHS, dan AR.
Semuanya adalah PHAT, tetapi belum tentu dengan SIPUHH dan perizinan lainnya. Sementara nama Haji Mahmuddin Nasution yang digembor-gemborkan masyarakat, sama sekali tidak ada.
Sebelumnya, Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu menyebut salah satu penyebab bencana banjir dan longsor di wilayahnya diduga kuat karena adanya aktivitas penebangan hutan secara masif.
Dugaan ini mencuat setelah kayu gelondongan menumpuk dan berserakan tersapu banjir ke area pemukiman warga.
“Ada penebangan hutan di hulu, sehingga menyebabkan banjir bandang dengan intensitas hujan yang amat sangat tinggi,” kata Gus Irawan Pasaribu, di Kecamatan Batangtoru, Jumat (5/12/2025) malam.
Gus Irawan lalu mengungkapkan nama-nama ‘pemain kayu’ di Tapanuli Selatan. Nama-nama ini diperoleh dari Kementerian Kehutanan. Sebab, Pemkab Tapsel tidak dilibatkan dalam pemilihan nama yang akan mendapat izin.
PHAT (Pemegang Hak Atas Tanah) Tidak Aktif
1. JP. Luas 20 hektar, Desa Gunung Binanga, Kecamatan Marancar.
2. HHN. Luas 20 hektar, Desa Ulumais Situnggaling, Kecamatan Saipar Dolok Hole.
3. AFRR. Luas 48, 112 hektar, Desa Bulu Mario, Kecamatan Sipirok.
4. MAI. Luas 21 hektar, Desa Sibadoar, Kecamatan Sipirok.
5. IRS. Luas 11 hektar, Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok Hole.
6. DHP. Luas 19,8 hektar, Desa Somba Debata Purba, Kecamatan Saipar Dolok Hole.
7. MNB. Luas 15 hektar, Desa Padang Mandailing Garugur, Kecamatan Saipar Dolok Hole.
8. JAS. Luas 25 hektar, Kelurahan Lancat, Kecamatan Arse.
PHAT Aktif Tapi Dibekukan
1. AR. Luas 14 hektar, Desa Padang Mandailing, Kecamatan Saipar Dolok Hole.
2. RHS. Luas 45 hektar, Kelurahan Arse Nauli, Kecamatan Arse.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post