Kunjungan Tim Verifikasi Sumut Berkah di Kelurahan Kotasiantar mengungkap potensi besar transformasi kawasan pemukiman padat menjadi ekosistem mandiri, kreatif, dan tangguh bencana.
Panyabungan, StartNews – Langkah kaki rombongan Tim Verifikasi dan Validasi Program Kampung Kreatif Sumut Berkah membelah deretan lorong pemukiman di Kelurahan Kotasiantar, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dari balik riuk aktivitas warga, sebuah konsep besar tengah diuji keberlanjutannya, yakni menyulap sudut wilayah yang padat menjadi kawasan produktif, berbudaya, sekaligus tangguh bencana.
Ketua Tim Verifikasi dan Validasi Kampung Kreatif Sumut Berkah Riris Dermawaty Sijabat memimpin peninjauan lapangan ini bersama jajaran dinas terkait dan anggota DPRD Madina Dodi Martua. Mereka menyisir tiap jengkal lokasi yang masuk dalam rencana pengembangan empat zona unggulan usulan pemerintah kelurahan setempat.

Di sepanjang jalur peninjauan, Lurah Kotasiantar Alamria Pramana secara lugas memaparkan bagaimana keempat zona – Zona Budaya, Literasi dan Digitalisasi; Zona Pengolahan Sampah dan Ekonomi Sirkular; Zona UMKM; serta Zona Mitigasi Bencana Kebakaran – saling mengunci satu sama lain dalam satu ekosistem terpadu.
Mata rombongan tertuju pada inovasi daur ulang limbah yang dikembangkan warga lokal. Limbah rumah tangga dan sisa makanan yang selama ini memicu masalah lingkungan, kini diolah menjadi produk bernilai-guna tinggi seperti eco enzyme, pupuk cair, maggot, briket tongkol jagung, hingga paving block plastik.

Lurah Kotasiantar Alamria Pramana menegaskan keberadaan program ini bertumpu sepenuhnya pada asas keberlanjutannya dan kebermanfaatan langsung bagi warga sekitar, bukan sekadar penataan fisik semata.
“Kami merancang seluruh zona ini sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan. Pengelolaan sampah tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi langsung membuka peluang ekonomi sirkular. Di saat yang sama, kami membentengi pemukiman padat ini dengan kesiapsiagaan mitigasi kebakaran serta wadah literasi digital bagi generasi muda,” ujar Alamria Pramana di sela-sela peninjauan lokasi.

Integrasi program ini mendapat perhatian khusus dari tim penilai provinsi. Kehadiran fasilitas literasi seperti Pustaka Sutan Kumala yang ditopang inovasi layanan OJO PUSING (Ojek Online Perpustakaan Keliling) menjadi terobosan penting untuk mendekatkan akses pengetahuan di tengah pemukiman warga.
Peninjauan berlanjut ke area pengembangan UMKM lokal yang memamerkan aneka produk kerajinan dan kuliner khas. Sentra ekonomi warga ini diproyeksikan mendapat pendampingan intensif, mulai dari standardisasi mutu, pengemasan, hingga pemanfaatan platform digital untuk menembus pasar yang lebih luas.
Kehadiran tim verifikasi memicu dialog hangat bersama para tokoh masyarakat dan aparatur kelurahan. Warga menumpahkan harapan agar integrasi budaya, lingkungan, dan ekonomi ini tidak berhenti pada tahapan penilaian saja, melainkan menjadi pijakan awal mewujudkan kemandirian kawasan.
Kunjungan lapangan yang ditutup dengan penyelarasan dokumen dan kondisi riil ini menguatkan optimisme warga Kotasiantar. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan membawa perubahan menuju kawasan yang kreatif, produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Reporter: Sir





Discussion about this post