Dinas Pendidikan Madina menerjunkan tim ke seluruh wilayah untuk memetakan penyebab 1.370 anak SD dan SMP putus sekolah, mulai dari faktor ekonomi hingga administrasi.
Panyabungan, StartNews – Sebanyak 1.370 anak jenjang SD dan SMP di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tercatat putus sekolah. Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Madina yang kini melakukan pemetaan untuk mengetahui penyebab anak-anak tersebut tidak melanjutkan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Madina dr. Faisal Situmorang mengatakan berdasarkan data terakhir, jumlah anak putus sekolah di Madina mencapai 1.370 orang.
“Kejadian anak putus sekolah di Sumatera Utara, Madina yang tertinggi. Data terakhir lebih kurang hampir 1.370-an, itu anak SD dan SMP,” kata Faisal, usai mengunjungi anak putus sekolah di Pidoli, Selasa (1/9/2026).
Menurut dia, persoalan anak putus sekolah tidak dapat dilihat hanya dari satu faktor. Karena itu, kata dia, sejak sekitar sebulan terakhir Dinas Pendidikan telah menugaskan tim yang terdiri dari pengawas dan unsur terkait untuk turun ke seluruh wilayah Madina.
Dia mengatakan pemetaan dilakukan untuk mengetahui penyebab masing-masing anak tidak lagi bersekolah. Mulai dari kendala administrasi, dokumen orang tua, perpindahan tempat tinggal hingga persoalan ekonomi.
“Jadi, kita mendata, memetakan apa penyebab anak-anak ini putus sekolah. Apakah karena administrasi yang kurang, perpindahan kota atau memang karena perekonomiannya,” jelasnya.
Faisal menargetkan hasil pendataan tersebut sudah diterima dalam waktu dua pekan sehingga pemerintah dapat menentukan langkah penanganan yang tepat bagi setiap anak.
Pendidikan, kata Faisal, merupakan kebutuhan dasar dan hak setiap anak yang harus dipenuhi. Karena itu, pemerintah berkewajiban menekan angka anak putus sekolah di Madina.
Reporter: Fadli Mustafid




Discussion about this post