• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, April 1, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Dugaan Pungli Jam Mengajar Guru Sertifikasi di SMPN 1 Sayur Matinggi Tapsel

by Redaksi
Rabu, 11 Februari 2026
0 0
0
Dugaan Pungli Jam Mengajar Guru Sertifikasi di SMPN 1 Sayur Matinggi Tapsel

FOTO: ISTIMEWA.

ADVERTISEMENT

Tapsel, StartNews – Dunia pendidikan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali diguncang isu miring terkait praktik pungutan liar (pungli). Seorang oknum kepala SMP Negeri di Kecamatan Sayur Matinggi diduga memperjualbelikan pembagian jam mengajar bagi guru yang telah memiliki sertifikat pendidik (PPG) demi memenuhi syarat tunjangan sertifikasi.

Praktik ini mencuat setelah sejumlah guru honorer yang telah mengantongi sertifikat pendidik mengeluhkan sulitnya mendapatkan jam mengajar. Mereka menduga adanya tebang pilih dalam pembagian jam kerja yang berujung pada beban finansial dan rusaknya integritas profesi guru di wilayah tersebut.

Seorang sumber internal sekolah yang enggan disebutkan identitasnya membeberkan bahwa dirinya tidak mendapatkan kuota jam mengajar yang ditetapkan oleh kepala sekolah. Padahal, jam mengajar tersebut merupakan syarat mutlak agar tunjangan profesi guru dapat dicairkan.

“Saya adalah guru honorer yang sudah bersertifikasi tapi tidak dapat jam mengajar yang ditetapkan oleh kepala sekolah. Sementara rekan saya guru honorer lainnya yang juga sudah sertifikasi, mereka bisa mendapat jam mengajar. Kabarnya mereka mendapat jam belajar itu setelah menyetor sejumlah uang,” kata guru yang enggan disebut identitasnya kepada awak media di sebuah kafe di Padangsidimpuan Selatan, Selasa (10/2/2026).

Merespons kabar itu, awak media berupaya melakukan klarifikasi kepada Kepala SMP Negeri 1 Sayur Matinggi Nurlena Sari Siregar melalui pesan singkat WhatsApp pada Selasa (10/2/2026). Namun, hingga berita ini ditayangkan, Nurlena Sari Siregar belum memberikan jawaban atau klarifikasi resmi terkait tudingan miring yang dialamatkan kepadanya.

Selain dugaan pungli, ketidakterbukaan informasi juga ditemukan pada data sekolah yang dipublikasikan secara daring. Berdasarkan penelusuran, nomor kontak yang tercantum dalam data operator sekolah diketahui merupakan nomor lama yang sudah tidak aktif. Hal ini dinilai menutup akses komunikasi publik dan memperkuat dugaan adanya ketidak-transparanan dalam pengelolaan manajemen sekolah.

Praktik komersialisasi jam mengajar ini dinilai mencederai semangat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Seharusnya, pembagian beban kerja bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, bukan menjadi ladang pungutan liar yang memberatkan tenaga pendidik.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Tapsel Yanti Pakpahan juga belum memberikan respons saat dihubungi melalui pesan WhatsApp. Kendati demikian, informasi yang dihimpun menyebutkan Plt. Kadis Pendidikan sedang berada di luar kota untuk tugas luar. Dia dilaporkan telah memerintahkan Kepala Bidang SMP untuk segera menindaklanjuti dan mengusut tuntas kebenaran informasi terkait dugaan pungli tersebut.

Reporter: Lily Lubis

Tags: Guru SertifikasiJam MengajarPungliSMPN 1 Sayur MatinggiTapsel
ShareTweet
Next Post
Polres Tapsel Tangkap Pengedar Sabu di Desa Aek Haruaya

Polres Tapsel Tangkap Pengedar Sabu di Desa Aek Haruaya

Discussion about this post

Recommended

Angka Kematian Akibat Kanker Terus Meningkat di Indonesia

Deteksi Dini Kanker Dapat Menyelamatkan Hidup

2 tahun ago
Beginilah Nasib Pasar Eks Bioskop Tapanuli Panyabungan

Beginilah Nasib Pasar Eks Bioskop Tapanuli Panyabungan

6 bulan ago

Popular News

  • Ini Pengganti Dua Kadis dan Satu Kaban di Pemkab Madina yang Undur Diri

    Ini Pengganti Dua Kadis dan Satu Kaban di Pemkab Madina yang Undur Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala BKPSDM Madina Ungkap Alasan Dua Kadis dan Satu Kaban Undur Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Malapraktik, Keluarga Pasien yang Tangannya Diamputasi Somasi RS Permata Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Maryam Damim, Tukang Gubah Masjid dan Gonjong Naik Haji

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025