• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, Juni 25, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Dodi Menilai Pemberian Tanda pada Rumah Penerima PKH Tidak Bijaksana

by Redaksi
Sabtu, 9 Mei 2020
0 0
0
Dodi Martua: Pemkab Madina Harus Secepatnya Bantu Rakyat
ADVERTISEMENT

Panyabungan, StArtNews-Pembuatan cat atau tanda pada semua rumah penerima Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dinilai tidak bijaksana karena itu mempertontonkan kemiskinan dan mempermalukan penerima bantuan.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Mandailing Natal (Madina) Dodi Martua, S.Pi kepada wartawan, Sabtu (9/5) menanggapi adanya rencana pemerintah membuat tanda atau cap pada rumah penerima PKH di Madina.

Ia menjelaskan pemberian tanda pada rumah penerima Bantuan PKH sama saja mempertontonkan kemiskinan, mempermalukan dan melukai warga yang m berhak menerima bantuan. Padahal ini program pemerintah yang tujuannya untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi.

Banyaknya temuan di lapangan terkait bantuan yang tidak tepat sasaran dinilai bukan kesalahan warga yang berhak. Namun, yang perlu dipertanyakan kompetensi pendata.

“Kenapa bantuan ini tidak tepat sasaran? Jangan karena kesalahan si pendata akhirnya warga yang berhak dipermalukan,” tegas Dodi.

Anggota DPRD Madina 3 periode ini menjelaskan pemberian tanda atau cap miskin itu cukup dibuat pada rumah yang tidak layak menerima tapi tetap menerima bantuan tersebut agar menjadi efek jera.

“Seharusnya yang diberi sanksi tukang data yang tidak profesional. Dalam UU no 13 tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin secara tegas dijelaskan si pendata dan si penerima yang tidak sesuai dengan ketentuan bisa dikenai sanksi pidana,” paparnya.

Politisi Partai Demokrat ini berharap Pemkab Madina mengupdate data warga penerima secara akurat. Ia yakin perangkat desa dan kelurahan pasti mengetahui warganya yang tidak layak menerima bantuan.

Dodi Martua mengimbau masyarakat yang secara ekonomi tidak berhak menerima bantuan untuk suka rela mengundurkan diri dan memberikan kesempatan kepada yang lebih layak.

Reporter: Saima Putra

Editor: Hanapi Lubis

Tags: Bansosbantuan sosialPKH
ShareTweet
Next Post
Data Percepatan Penanganan Covid-19 Madina: Statis dalam 4 Hari Terakhir

Data Percepatan Penanganan Covid-19 Madina: Statis dalam 4 Hari Terakhir

Discussion about this post

Recommended

Antisipasi Krisis Pangan, Gubernur Sumut Minta ASN Tanam Cabai di Halaman Rumah

Antisipasi Krisis Pangan, Gubernur Sumut Minta ASN Tanam Cabai di Halaman Rumah

4 tahun ago
Pengamat Hukum: Jangan Mudah Usulkan Residivis Narkoba Jalani Rehabilitasi

Pakar Hukum Kritik Polres Madina: Rehabilitasi Jangan Jadi Tameng Pengedar Narkoba

4 bulan ago

Popular News

  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPOM Ungkap Takjil Berbahaya di Indonesia, Kenali Jenis Makanannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Hipotensi dan Hipertensi, Bagaimana Pencegahan dan Pengendaliannya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 4.843 Warga Tapanuli Tengah Masih Mengungsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026