Pemko Padangsidimpuan mengalihkan perayaan HUT ke-25 dengan menyalurkan bantuan makanan kepada anak panti asuhan dan warga di tengah ancaman bencana kabut asap.
Padangsidimpuan, StartNews – Pemerintah Kota Padangsidimpuan mengalihkan seluruh agenda perayaan HUT ke-25 menjadi aksi kemanusiaan serentak pada Sabtu (17/10/2026). Langkah spontan ini diambil tepat saat ancaman bahaya kabut asap merenggut keceriaan panggung pesta rakyat yang semula telah dirancang matang.
Di tengah selimut asap yang membatasi jarak pandang dan mengancam saluran pernapasan warga, jajaran pejabat daerah justru turun langsung menembus jalanan. Mereka memilih membagikan ratusan paket makanan bergizi kepada anak-anak panti asuhan dan pekerja informal yang tetap terpaksa beraktivitas di luar rumah.
Alih-alih membiarkan momentum seperempat abad kota berlalu dalam kekecewaan akibat penangguhan acara seremonial, pemerintah daerah mengubah ancaman polusi menjadi ruang pemicu solidaritas sosial.
Penyebaran bantuan menjangkau Panti Asuhan Anak Muslimin Ujung Gurap, Panti Asuhan Hayat Sabungan, Yayasan Abulyatama Indonesia, hingga kawasan padat aktivitas seperti Pos Kota dan Sadabuan.
Aksi sosial ini dipimpin oleh Wali Kota Padangsidimpuan H. Letnan Dalimunthe bersama sekretaris daerah, para kepala OPD, staf ahli, hingga camat. Kehadiran para pejabat di lapangan membawa kehangatan tersendiri bagi warga yang sedang cemas menghadapi kondisi udara yang memburuk.
Letnan Dalimunthe menegaskan keselamatan jiwa warga merupakan prioritas di atas kemeriahan pesta tahunan. Kebijakan mengalihkan anggaran serta energi perayaan menjadi bantuan pangan dinilai sebagai keputusan paling rasional dan beretika di tengah krisis lingkungan.
“Sesungguhnya hari ini kita memperingati Hari Jadi Kota Padangsidimpuan yang ke-25. Dengan mempertimbangkan kondisi udara yang kurang bersahabat bagi kesehatan, kita melaksanakan kegiatan berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Letnan Dalimunthe.
Dia menambahkan, momentum krisis udara ini harus menjadi ajang saling menguatkan antara pemerintah dan elemen masyarakat. Doa bersama dipanjatkan agar ancaman bahaya asap segera melandai, sehingga roda kehidupan warga kembali normal.
“Kita sama-sama berdoa, semoga kondisi udara yang kurang baik ini segera berlalu agar kita semua sehat. Kami juga memohon doa dan dukungan agar tetap kuat dan istiqamah dalam melaksanakan pemerintahan. Kami mendoakan anak-anak kita agar sehat, panjang umur, murah rezeki, dan sukses meraih cita-cita untuk masa depan,” ungkapnya.
Langkah responsif Pemko Padangsidimpuan ini membuktikan makna peringatan hari jadi kota tidak diukur dari megahnya panggung hiburan. Kebersamaan saat warga menahan sesak napas akibat kabut asap justru menjadi refleksi paling mendalam pada usia kota yang ke-25 tahun.
Reporter: Sir





Discussion about this post