• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, Februari 15, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Cegah Korupsi, Ijeck Komitmen Dukung Survei Penilaian Integritas

by Redaksi
Jumat, 15 Oktober 2021
0 0
0
Cegah Korupsi, Ijeck Komitmen Dukung Survei Penilaian Integritas

Wagub Sumut Musa Rajekshah. (FOTO: DISKOMINFO SUMUT)

ADVERTISEMENT

Parapat, StartNews Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut tetap berkomitmen dalam mendukung Survei Penilaian Integritas (SPI) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya mencegah tindak pidana korupsi di Tanah Air.

Musa Rajekshah menyampaikan hal itu saat mengikuti webinar SPI 2021 dari Mess Pora Pora Tengku Rizal Nurdin di Jalan Ihan Pora Pora, Kelurahan Tigaraja, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Simalungun, Kamis (14/10/2021).

Wagub yang akrab disapa Ijeck ini menjelaskan, komitmen tersebut penting untuk memberikan penilaian terhadap kinerja aparatur Pemprov Sumut, apakah telah bekerja dengan baik atau tidak. Dia juga menyambut baik survei ini untuk dilaksanakan secara daring maupun luring.

“Kalau bisa kami di Sumut dilakukan survei setiap tahun. Hasilnya pun perlu dipublikasikan supaya bisa menjadi beban untuk kita melakukan perbaikan,” ungkap Ijeck.

Menurut dia, pemerintah daerah membutuhkan koreksi terkait sistem pemerintahan yang tengah dijalankan. Namun, dia menyarankan kalau bisa kuisioner yang diberikan agar dapat lebih disajikan secara lebih spesifik.

Bahkan, kata dia, sebagai kepala daerah juga perlu menerapkan sistem reward dan punishment untuk meningkatkan kinerja bawahan. Tentunya melalui hasil survei yang dilakukan ini terlebih dahulu dievaluasi untuk selanjtnya diperbaiki.

“Bagaimana progress-nya juga harus kita lihat. Tapi, kalau tidak juga ada perbaikan mau tidak mau akan kita geser,” tegas Ijeck.

Dia juga menyampakan, sebelum mengikuti webinar dia bersama KPK dan beberapa kepala daerah di Sumut baru saja menggelar rapat koordinasi pemberantasan korupsi. Dari rapat itu disebutkan bahwa upaya pencegahan memang harus lebih dikedepankan untuk memberantas korupsi sebelum dilakukan penindakan. “Survei ini tentunya harus dapat dilakukan dengan kejujuran,” tuturnya.

Sementara Wakil Ketua KPK Alexander Marwata memaparkan, SPI dilakukan untuk melibatkan pastisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi.

“Indeks SPI bukan semata-mata untuk menghakimi, tetapi bertujuan untuk perbaikan. Jadi, bila indeks yang didapatkan tinggi atau rendah harus segera dilakukan untuk pencegahannya,” terangnya.

Alexander menyebutkan, dari hasil penilaian yang telah dilakukan KPK, dari berbagai potensi korupsi yang terjadi di daerah, mulai dari suap hingga nepotisme dalam penerimaan pegawai, pengadaan barang dan jasa adalah yang paling tinggi. Bahkan, sebut dia, potensinya mencapai angka 80% lebih.

“Untuk itu, kami berharap dukungan dalam survei ini, baik dari internal pemerintahan maupun dari masyarakat, agar mengisi kuisioner dengan sejujurnya. Karena hal ini akan menjadi acuan kami di KPK untuk ditindaklanjuti dalam melakukan perbaikan tata kelola,” ucapnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyatakan, pengukuran integritas ini penting bagi pemerintah untuk memetakan kondisi integritas dan capaian pencegahan korupsi. Untuk mengukur hal itu adalah melalui SPI.

“SPI ini telah mulai dilakukan sejak 2016. BPS sendiri berperan sebagai pembina statistik sektoral membantu KPK dalam pelaksanaannya,” katanya.

Akan tetapi, pada tahun 2020, akibat pandemi Covid-18, SPI tidak lagi bisa dilakukan secara langsung. Survei pun kemudian harus dilaksanakan secara daring.

“Tapi mulai tahun 2021 ini, saya memberikan apresiasi yang besar kepada KPK karena telah dapat melakukan survei secara mandiri,” tandasnya.

Turut hadir dalam webinar ini, beberapa perwakilan kepala daerah dari kabupaten/kota di Indonesia, perwakilan Kemenkes, dan lainnya.

Reporter: Rls

Tags: Cegah KorupsikpkMusa RajekshahSurvei Penilaian IntegritasWagub Sumut
ShareTweet
Next Post
Ray Rangkuti: Pemuda Pancasila Harus Jadi Teladan Pengamalan Pancasila

Ray Rangkuti: Pemuda Pancasila Harus Jadi Teladan Pengamalan Pancasila

Discussion about this post

Recommended

Gajah Berkelahi, Pelanduk Mati

Gajah Berkelahi, Pelanduk Mati

3 bulan ago
Sumut Raih Dua Medali Perak dari Nomor Lari Gawang 400 Meter

Sumut Raih Dua Medali Perak dari Nomor Lari Gawang 400 Meter

4 tahun ago

Popular News

  • DPC IMA STAIN Madina Demo DPRD Terkait Program MBG

    DPC IMA STAIN Madina Demo DPRD Terkait Program MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perseteruan Panas Bos WiFi vs Wartawan di Madina Berujung Aksi Saling Lapor Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pungli Jam Mengajar Guru Sertifikasi di SMPN 1 Sayur Matinggi Tapsel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Bidik Jaya sebagai Tersangka Tragedi Tambang Emas Ilegal di Kotanopan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Padangsidimpuan Ringkus Dua Pengedar Ganja yang Dipasok dari Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025