• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Cegah Korupsi Bidang Kesehatan, Pemprov Sumut Koordinasi dengan KPK

by Redaksi
Rabu, 6 April 2022
0 0
0
Cegah Korupsi Bidang Kesehatan, Pemprov Sumut Koordinasi dengan KPK

FOTO: DISKOMINFO SUMUT.

ADVERTISEMENT

Medan, StartNews Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)mengadakanRapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Korupsi di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Selasa (5/4/2022).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bersama KPK berkomitmenmengawasai penggunaan anggaran serta potensi suap dan gratifikasiyang berkolerasi terhadap kualitas layanan publik.

Alokasi anggaran bidang kesehatancukup besar,khususnyapada masa pandemi Covid-19selamadua tahun terakhir. Secara nasional,tahun ini pemerintah mengalokasikan Rp 256 triliun atau 9,4 persen dari total belanja negara (APBN) Rp 2.714 triliun, meskipun lebih kecil dibanding tahun lalu Rp 326,4 triliun.

Itu sebabnya, rakor tersebut bertujuan mengantisipasi terjadinya korupsi dan penyimpangan dalam penggunaan anggaran yang besar serta optimalisasi layanan kesehatan diProvinsi Sumut.

Hadir di antaranya Kepala Satgas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan KPK Wilayah I Sumut Maruli Tua, Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut Abyadi Siregar, Pj. Sekdaprov Sumut Afifi Lubis, Kadis Kesehatan Sumut Ismail Lubis, serta para kepala UPT Dinkes se-Sumut.

Sebenarnya dari hari ke hari kita sudah mulai membaik. Jadi, inilah komitmen yang juga difasilitasi oleh KPK agar kita tidak menyalahgunakan anggaran. Itu dulu yang pertama, karena anggaran cukup besar untuk kesehatan, porsinya besar dari APBD, ujar GubernurEdy Rahmayadi,usai rapat.

Bidang kesehatan yang menjadi fokus pembangunan pada visi-misi gubernur akan dioptimalkan kembali melalui berbagai upaya, dimulai dari perencanaan, manajemen hingga pelaksanaan di lapangan. Sehingga, koordinasi dengan pusat dan kabupaten/kota terus dilakukan, bahkan hingga tingkat Puskesmas, untuk meyakinkan manfaat keberadaan fasilitas layanan tersebtut.

Pelayanan ini harus menjawab kebutuhan rakyat dengan pemerataan pelayanan. Dengan begitu, anggaran yang ada akan digunakan proporsional sesuai peruntukannya. Makanya, dalam rapat ini, disinggung pentingnya pemahaman tentang manajemen, jelas Edy Rahmayadi.

Namun, menurut dia, pengawasan untuk penggunaan anggaran seperti pengadaan barang dan jasa sudah mudah. Mengingat saat ini sudah ada program e-Katalog. Dengan begitu, semakin tahun catatan masalah terus menurun.

Kita berharap masalah (korupsi bidang kesehatan) ini bisa berkurang total. Karena kalau dia korupsi, dia itu tidak takut sama Tuhan. Jadi jangan lakukan, tegas Edy.

Sementara Kepala Satgas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan KPK Wilayah I Sumut Maruli Tua menyebutkan bahwa pihaknya telah menandatangani komitmen untuk meminimalisasi potensi dan risiko korupsi di bidang kesehatan bersama Pemprov Sumut. Sebab, kata dia, sebesar apapun anggaran di sektor ini jika potensi korupsinya besar, maka akan mengurangi kualitas layanan.

Di antaranya memang kami dorong mulai dari tahap perencanaan penganggaran supaya proses pengadaan barang dan jasa (PBJ) alat kesehatan dan obat-obatan itu semakin dipahami risiko korupsinya dan bisa diminimalisir, bahkan bisa di-nol-kan, ujar Maruli.

Dia juga menyoroti risiko gratifikasi, terutama pada petugas kesehatan seperti dokter yang melayani di rumah sakit (RS). Mengingat masih banyak yang belum menyadarinya, termasuk suap dari proses PBJ. Sehingga, dari tingkat provinsi, kabupaten/kota sampai Puskesmas diharapkan meningkat kesadarannya tentang korelasi antara potensi korupsi dan kualitas pelayanan.

Pada akhirnya kita saksikan, ada komitmen yang dibuat dan itu akan kami monitor, terutama dengan Ombudsman dan Inspektorat. Yaitu pemenuhan standar pelayanan minimal. Kalau semakin baik, harusya berkolerasi terhadap risiko atau juga potensi korupsi yang semakin rendah,jelasnya.

Reporter: Rls

Tags: Bidang KesehatanKorupsikpkPemprov Sumut
ShareTweet
Next Post
Diduga Jual-Beli Jabatan, Bobby Nasution Nonaktifkan Kepala BKD Medan

Diduga Jual-Beli Jabatan, Bobby Nasution Nonaktifkan Kepala BKD Medan

Discussion about this post

Recommended

Hadapi Bonus Demografi, Edy Rahmayadi Ajak PTS di Sumut Siapkan SDM Unggul

Hadapi Bonus Demografi, Edy Rahmayadi Ajak PTS di Sumut Siapkan SDM Unggul

4 tahun ago
Bupati Minta Semua Pihak Kompak Selamatkan Madina dari Bahaya Narkoba

Bupati Minta Semua Pihak Kompak Selamatkan Madina dari Bahaya Narkoba

3 tahun ago

Popular News

  • Sahnan Pasaribu Didepak, Bupati Madina Lantik Afrizal Jadi Sekda

    Sahnan Pasaribu Didepak, Bupati Madina Lantik Afrizal Jadi Sekda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Madina Somasi Media Online Terkait Tudingan Pungli Kadinkes

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Padang Salat Idul Fitri Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Nama-nama Pemenang Lomba Berkah Ramadhan Padangsidimpuan 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025