Panyabungan, StartNews – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution menegaskan pengangkatan atau penetapan penjabat (Oj) kepala desa yang dilakukan baru-baru ini bukan alat kepentingan politik Pilkada tahun 2024.
Sukhairi menyebut tidak sampai berpikir memanfaatkan Pj kepala desa untuk kepentingan politik pasangan Sukhairi-Atika, sebagai pasangan bupati dan wakil bupati. Hal itu ditegaskan Sukhairi di hadapan ratusan wartawan saat mengadakan silaturahmi menjelang hari raya idul fitri di aula setdakab Madina, Selasa (18/4/2023).
Jangan dipikir saya sebagai bupati mau menghijaukan perpolitikan mendatang. Toh, saya dan wakil bupati berbeda partai. Bagaimana menghijaukan atau menguningkan, ucap bupati yang juga Ketua DPW PKB Provinsi Sumut didampingi Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution yang sudah jadi kader Partai Golkar.
Sukhairi pun mengungkapkan dalam pertarungan politik Pilkada tahun 2020 yang lalu pasangan Sukhairi-Atika menang tanpa melibatkan kepala desa. Dulu (Pilkada) kami tak melibatkan kades, nyatanya menang, ungkapnya.
Bupati Madina berharap para wartawan di Kabupaten Madina semakin mampu menguji informasi dalam memuat suatu pemberitan di media masing-masing.
Hujatan demi hujatan pun, kata bupati, selalu dia pantau baik dari WhatsApp group yang diikutinya. Saya harap ini jangan jadi bola liar, Pilkades akan kita lakukan dalam waktu dekat dan itu semua harus dengan kesepakatan Forkopimda, imbuhnya.
Sementara Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Madina, Meinul Lubis menjawab Pilkades serentak akan dilakukan tahun 2023. Tahapan Pilkades akan dimulai awal bulan Mei ini, katanya. Meinul tidak bersedia menjelaskan secara detail soal Pilkades 2023. Dia meminta agenda tersebut dibahas di luar pertemuan tersebut.
Reporter: Rls





Discussion about this post