Panyabungan, StartNews Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memanggil Marfah Ronaito Batubara dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat tahun 2022 mewakili putri Provinsi Sumatera Utara.
Saat ini, Marfah tercatat sebagai siswa MAN 1 Panyabungan.
Selain Marfah, BPIP juga memanggil Mario Adhiyaksa Sihombing, siswa SMA Negeri 1 Padang Sidempuan, untuk mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan calon Paskibraka tingkat pusat mewakili putra Sumatera Utara.
BACA JUGA:
–Mengenal Sosok Rona, Paskibraka Nasional Asal Madina
Panggilan ini sesuai dengan surat BPIP Nomor: 866/PE/07/2022/D5 tertanggal 1 Juli 2022 yang diteruskan Kadis Pemuda dan Olahraga Pemprov Sumut Ardan Noor, ke Kadis Porabudpar Padangsidempuan dan Kadispora Madina. Salinan surat itu diperoleh wartawan pada Kamis (7/7/2022).
Dalam surat Kadispora Sumut No.427/2459/Disporasu/VII/2022 itu dijelaskan bahwa tanggal 11 sampai 14 Juli 2022, Mario Sihombing dan Marfah Batubara sudah harus berada di Wisma Atlet Dispora Sumut, Jalan Williem Iskandar No.9 Medan.
Tanggal 15 Juli berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Calon Paskibraka Tingkat Pusat di Taman Rekreasi Wiladatika, Jalan Jambore No.1, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.
Semua pembiayaan ditanggung oleh BPIP. Sedangkan untuk para pendamping, biayanya ditanggung daerah masing-masing. Kepada yang dipanggil, diinstruksikan untuk membawa perlengkapan peralatan pribadi seperti pakaian dan kelengkapan lainnya yang dituangkan dalam surat tersebut.
Wali Kota Padangsidempuan Irsan Efendi Nasution melalui Kadisporapar Ali Hotma didampingi Kabid Pemuda Imron membenarkan pemanggilan Mario Sihombing untuk ikut Pusdiklat calon Paskibraka oleh BPIP.
Menurut dia, prestasi dicapai Mario ini wajib diapresiasi dan dibanggakan. Sebab, sejak 20 tahun terkahir, baru tahun ini Padangsidempuan kembali memiliki putra terbaiknya di Pasukan Bendera Pusaka tingkat pusat.
“Terakhir tahun 2003 atas nama Livem Hasler Siahaan. Kepada Mario, Pak Wali Kota berpesan agar jaga nama baik daerah dan jadikan ini kesempatan membangun serta mengembangkan diri untuk mewujudkan cita-cita kedepan nanti,” katanya.
Reporter: Sir





Discussion about this post