BPBD Sumatera Utara (Sumut) mencatat 30 hektare lahan di Kabupaten Madina hangus terbakar sepanjang 2026 dan menjadikan wilayah ini sebagai salah satu fokus pencegahan karhutla.
Medan, StartNews – Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menghanguskan 30 hektare lahan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui dua insiden sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Bencana serupa kembali melanda kawasan tersebut dengan satu kejadian tambahan pada periode September 2026.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan Karhutla di Madina turut menyumbang angka kebakaran yang signifikan di tingkat provinsi.
BPBD Sumut mendata total 308,87 hektare lahan terbakar akibat 52 peristiwa di 14 kabupaten/kota selama delapan bulan pertama tahun ini.
“Pusdalops menerima laporan sebanyak 52 kejadian Karhutla dengan 308,87 hektare lahan terdampak,” ujar Sri Wahyuni di Medan, Senin (5/10/2026).
Dia merinci kejadian Karhutla menyebar di berbagai daerah dengan luasan yang bervariasi. Humbang Hasundutan dan Labuhanbatu menjadi daerah dengan angka kejadian tertinggi. Sementara Madina menduduki posisi sebagai salah satu daerah dengan area luasan terbakar yang cukup besar meski hanya mencatat dua kejadian pada periode tersebut.
“Adapun luas lahan terdampak di daerah tersebut meliputi Kabupaten Mandailing Natal seluas 30 hektare, Kabupaten Labuhanbatu Utara delapan hektare, Kabupaten Nias Utara enam hektare, serta Kabupaten Deli Serdang 0,62 hektare,” ujarnya.
Ancaman Karhutla di Madina ternyata masih berlanjut hingga September 2026. BPBD Sumut melaporkan wilayah Madina kembali masuk ke dalam daftar tujuh kabupaten/kota yang mengalami kebakaran hutan dan lahan pada bulan kesembilan.
Perempuan yang akrab disapa Yuyun ini menyebut total 23,72 hektare lahan di Sumatera Utara terbakar sepanjang September akibat sembilan kejadian. Namun, dia menilai tren luasan lahan yang terbakar mulai menurun secara umum jika membandingkannya dengan kondisi Agustus.
Pemprov Sumut bersama pemerintah daerah, termasuk Pemkab Madina, kini terus melakukan mitigasi untuk memadamkan titik api dan mencegah meluasnya bencana. BPBD meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami gencar berlakukan berbagai upaya, termasuk gencar melakukan edukasi dan meningkatkan koordinasi dengan pemangku kebijakan terkait,” kata Yuyun.
Reporter: Sir




Discussion about this post